Simbolis - Bupati Mepawah, Ria Norsan menerima secara simbolis bantuan satu ton benih padi Pertiwi dari Dirut PT. Agri Makmur Pertiwi di Kecamatan Anjongan, Senin (24/11). Kecamatan Anjongan terpilih menjadi kecamatan rintisan pelaksanaan program PHT 2014.

Simbolis – Bupati Mepawah, Ria Norsan menerima secara simbolis bantuan satu ton benih padi Pertiwi dari Dirut PT. Agri Makmur Pertiwi di Kecamatan Anjongan, Senin (24/11). Kecamatan Anjongan terpilih menjadi kecamatan rintisan pelaksanaan program PHT 2014.

Sumber : Tribun Pontianak, 25 November 2014

Mempawah, Tribun – Bupati Mempawah, Ria Norsan meminta petani untuk mewaspadai fenomena perubahan iklim global (climate change) yang membuat siklus musim berubah, dimana kondisi tersebut menyebabkan terganggunya produktivitas pangan .

“Saya imbau kepada para petani agar pro aktif melakukan antisipasi dampak perubahan iklim dengan menerapkan pola tanam dan teknologi sesuai anjuran. Selain itu petani juga perlu menerapkan pengendalian hama terpadu untuk meminimalisir dampak perubahan iklim global tersebut,” kata Ria Norsan saat memberikan sambutan di hadapan para petani Anjongan yang terpilih sebagai kecamatan rintisan dalam pelaksanaan Program Pengendalian Hama Terpadu (PHT) tahun 2014, guna menargetkan penghasil beras terbaik di Kalbar, Senin (24/11).

Menurutnya, hama sebagai kendala utama bagi para petani padi di Anjongan. Petani dituntut untuk terus melakukan penanggulangan. Menurut Bupati, konsep PHT paling jitu penangkal hama. Sampai para petani di Kecamatan Anjongan menggelar deklarasi pelaksanaan program PHT ini.

Bupati Ria Norsan menilai sistem tersebut mengedepankan pola pengendalian hama dan penyakit tanaman yang aman bagi lingkungan dan mahluk hidup. Polanya sangat cocok untuk diterapkan karena melibatkan teknologi tepat, efektif dan efisien, dalam usaha tani.

“Program ini sangat cocok sekali, para petani di Mempawah sepantasnya untuk menerapkan program PHT secara terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.

Acara deklarasi dihadiri perwakilan kepala SKPD, perwakilan BMKG, Camat Anjongan, para Kades, Pimpinan CV Putra Agri Lestari, Dirut PT. Agri Makmur Pertiwi, Manager Pemasaran PT. Mitra Kreasibhakti, serta sejumlah kelompok tani se-kecamatan Anjongan. Pada kesempatan yang sama diserahkan bantuan 1 ton benih Padi Pertiwi dari Dirut PT. Agri Makmur Pertiwi kepada Bupati Norsan untuk petani. “Mari kita bangun kebersamaan dalam penerapan konsep PHT ini. Deklarasi para petani ini merupakan komitmen para petani dalam mewujudkan Kecamatan Anjongan sebagai kecamatan penghasil beras terbaik di Kalimantan Barat,” ungkap Bupati.

Norsan berpesan agar terpilihnya Kecamatan Anjongan sebagai kecataman rintisan PHT di Kalimantan Barat tahun 2014 sebaiknya ditindaklanjuti dengan kerja nyata. Tidak sekedar menjadi acara seremonial. Dukungan seluruh masyarakat petani harus lebih nyata, melalui aplikasi perwujudan dari acara yang dilaksanakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kalimantan Barat, Hazairin¬† mengatakan konsep dasar PHT sangatlah baik untuk diterapkan. Melalui pola pemanfaatan teknologi pertanian yang modern pihaknya berkeyakinan produksi beras di Kalimantan Barat akan semakin berlimpah. “Jika itu dapat terus ditingkatkan, maka kedepannya provinsi Kalimantan Barat akan berswasembada beras,” ujarnya.

Hazairin menjelaskan pelaksanaan PHT ada empat komponen wajib untuk diperhatikan. Pertama, penggunaan varietas unggul yang tahan hama dan penyakit. Kedua, melakukan pengendalian hama dan penyakit. Ketiga, menghadirkan keseimbangan ekosistem. Dan keempat, pemanfaatan bahan dan musuh alami dalam mengendalikan hama.

“Dengan pelaksanaan empat komponen ini, maka pelaksanaan PHT akan sangat berdampak baik, tidak hanya untuk tanaman tapi juga terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Kasubdit Pengelolaan PHT, R Dedy, menyampaikan kunci sukses pelaksanaan PHT akan sangat berdampak baik, tidak hanya untuk tanaman tapi juga terhadap lingkungan.” Ungkapnya.

Kasubdit Pengelolaan PHT, R Dedy, menyampaikan kunci sukses pelaksanaan PHT di daerah adalah penggunaan teknologi PHT Modern, menggunakan ragam produk PHT. Serta dukungan dari pemerintah kabupaten dalam menghadirkan produk perundangan yang mengatur  tentang pelaksanaannya.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.