jagung lamtim

Penampilan Tanaman dan Tongkol Jagung Hibrida Pertiwi-3

BENIHPERTIWI.CO.ID –  Menanam jagung tidak membutuhkan banyak air dan bisa ditanam pada musim kemarau. Oleh sebab itu ketika tanaman lain seperti padi memerlukan pengairan teknis, jagung justru dapat menjadi tanaman pengganti padi di sawah saat musim kemarau.

Namun demikian memasuki peralihan musim penghujan ke musim kemarau, perlu  kiranya mengantisipasi hama penyakit yang berpotensi menggagalkan panen. Saat perubahan musim itulah hama dan penyakit juga ikut berubah. Jika biasanya pada musim penghujan lebih dominan penyakit, sebaliknya pada saat musim kemarau justru perkembangan hama yang perlu diperhatikan. Namun demikian keduanya baik hama dan penyakit juga sama-sama patut diwaspadai.

Perkembangan hama seperti tikus, penggerek batang, penggerek tongkol, belalang, walang sangit, akan semakin cepat berkembang saat musim kemarau tiba. Pada saat musim hujan, persediaan makanan bagi tikus bisa dibilang berlimpah. Namun, pada saat kemarau dan makanan terbatas maka tikus akan berlomba-lomba mencari alternatif makanan yang paling mungkin didapat. Jika pada saat musim hujan banyak tananam padi atau sayur-sayuran yang dapat dimakan, maka saat kemarau hanya tersedia jagung, tentu yang akan menjadi incarannya adalah tanaman jagung. Jika tikus sudah menyerang, tidak perlu menunggu panen, saat masih fase bibit pun bisa ludes.

Begitu juga pada serangan hama penggerek batang dan tongkol dimana ngengat penggerek batang akan aktif bertelur dan menetaskan larvanya yang merusak pada musim kemarau, dan pada musim hujan larva berubah menjadi imago. Serangan penggerek batang dimulai saat akan memasuki umur keluar bunga, dengan menyerang batang pangkal bunga. Saat batang bunga patah sebelum terjad penyerbukan, maka proses penyerbukan tidak akan terjadi dengan baik bahkan gagal terbentuk tongkol.

Untuk penyakit yang perlu diantisipasi adalah penyakit hawar daun dan bulai, meskipun serangannya relatif lebih rendah dibanding saat musim penghujan. Namun penyakit ini bisa sewaktu-waktu muncul pada kondisi yang sesuai. Untuk itu salah satu antisipasinya adalah gunakan varietas jagung yang tahan penyakti bulai atau hawar daun, misalnya jagung hibrida Jagung Pertiwi 3 atau Pertiwi 2.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.