jagung-manis-muda

Jagung manis dipanen muda umur 65-75 Hst

BENIHPERTIWI.CO.ID – Secara morfologi jagung manis dan jagung biasa (pipil) adalah sama. Baik Jagung manis dan jagung biasa sama – sama merupakan tanaman C4 dan monocious (berumah satu).

Suhu minimal untuk tumbuh 8-10ºC, maksimal 40ºC, dan optimum 24 – 30ºC. Sedangkan pH ideal untuk tumbuh sekitar 5.6 – 7.5, dengan curah hujan 200 mm/bulan.

Dibalik persamaan morfologi dan lingkungan tumbuh, jagung manis dan jagung biasa mempunyai perbedaan mencolok pada bagian biji, terutama rasa manis biji muda dan kondisi saat biji mengering.

Biji jagung manis mempunyai rasa manis, sedangkan jagung biasa tidak. Rasa manis dari jagung manis berasal dari gen resesif sugary (su), brittle (bt) atau shrunken-2 (sh2). Gen resesif tersebut dapat mencegah atau menghambat perubahan normal gula menjadi pati selama pengembangan endosperm. Hal ini menyebabkan jumlah gula pada jagung manis dua kali lebih banyak dari jagung biasa.

biji-jagung-manis

Semakin tua, biji jagung manis semakin mengkerut atau keriput.

Pada biji jagung manis yang sudah tua atau mengering akan terlihat biji jagung manis mengkerut atau keriput sedangkan pada jagung biasa tetap keras.

Jagung manis untuk konsumsi tidak dipanen dengan umur yang sama dengan jagung biasa, meski umurnya hampir sama yaitu diatas 100 hari setelah tanam.

Jagung manis dikonsumsi pada umur muda, yaitu sekitar 65-75 hst, masak susu dengan kadar air tinggi, sedangkan jagung biasa dapat dipanen setelah tanaman tua dan mengering, yaitu rata-rata diatas umur 100 hst.

Tingkat kemanisan jagung manis bisa berkurang seiring waktu. Jagung manis yang baru dipanen hanya bisa tahan sekitar 3-4 hari, selebihnya tingkat kemanisan semakin menurun dan bentuk semakin keriput. Singkatnya daya simpan jagung manis menjadi kelemahan dari jagung manis, namun justru dibalik sifat inilah nilai jual jagung manis lebih tinggi dari jagung biasa.

Hal ini karena umur panen jagung manis lebih singkat dari jagung biasa, bahkan hampir setengah umur jagung. Artinya satu kali tanam jagung, bisa dua kali panen jagung manis.

Agar bisa dijual dan dimanfaatkan, jagung biasa harus dipipil dan hanya diambil bijinya saja, namun umumnya jagung manis dijual beserta daun kelobotnya tanpa dipipil. Hal inilah yang menjadi keunggulan jagung manis, yaitu dipanen dengan perhitungan berat tongkol. Perhitungannya bisa menjadi keuntungan karena hasil timbangannya bisa lebih tinggi.

Jika harga jagung pipil Rp. 4000/kg, sedangkan harga jagung manis juga Rp. 4000/kg. Rata-rata isi tongkol jagung manis per kilogram sekitar 3-4 tongkol saja. Jika jagung manis dipipil dengan rendemen 60% saja, dari tiga tongkol jagung manis akan mendapat 600 gr biji. Dengan kata lain dari nilai Rp. 4000 akan didapat 1 kg jagung pipil atau 0.6 kg jagung manis pipil.  Artinya nilai 1 kg tongkol jagung manis hampir dua kali lipat dari nilai jagung pipil.

img_2031-copy

Jagung Pertiwi-3

Jagung manis dari Benih Pertiwi seperti  Talenta, Ganebo dan Jambore mempunyai tingkat kemanisan tinggi dengan brix 12-14. Sedangkan jagung Pertiwi-3 yang notabene termasuk jagung biasa, mempunyai keunggulan berbeda dengan jagung umumnya. Yaitu jagung Pertiwi-3 pada usia muda mempunyai sedikit rasa manis. Sehingga tak heran jagung Pertiwi-3 sangat disukai pedagang sayur dan petani jagung, karena selain bisa dijual kering juga laku dijual sebagai jagung sayur.

BACA LAINNYA

2 Response Comments

  • Riza24/12/2016 at 1:14 am

    Dear Agri Pertiwi,

    Apakah semua produk anda termasuk GMO?
    Maaf klo salah.

    Salam
    Riza

    Reply
    • Admin02/01/2017 at 8:54 am

      Produk Benih Pertiwi bukan GMO, Benih Pertiwi merupakan produk hibrida dan sebagian produk OP. Tks

      Reply

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.