Cabai Kering di Pasar Tradisional

BENIHPERTIWI.CO.ID – Dari awal tahun 2017 harga cabai stabil tinggi diatas Rp. 100.000/kg bahkan menyentuh Rp. 150.000/kg. Petani seharusnya senang dengan harga tinggi di pasaran, namun nyatanya tidak banyak petani yang menikmati harga tinggi tersebut. Hal ini dikarenakan curah hujan tinggi, penanaman di sentra produksi berkurang dan ada juga gagal panen. Akibatnya pasokan cabai berkurang dan memicu kenaikan harga.

Kenaikan harga tersebut kemudian dimanfaatkan oleh importir yang mendatangkan cabai kering dari China dan India. Cabai kering yang diimpor dijual lebih murah dari harga pasaran. Jika harga cabai segar dijual dengan harga diatas Rp. 100.000/kg, harga cabai kering dijual lebih murah sekitar Rp. 70.000/kg. Cabai kering impor ini bisa mudah ditemui di pasar-pasar besar di Jawa Timur dan Jabodetabek.

Cabai kering mempunyai mutu tidak jauh berbeda dengan cabai segar. Pedasnya pun sama bahkan bisa lebih pedas karena sudah dikeringkan dan tidak mengandung air. Cabai kering ini tahan simpan hingga setahun, sehingga aman jika dikirim untuk jarak jauh atau pun untuk disimpan menunggu harga tinggi.

Nah, dengan kondisi harga cabai yang tidak menentu dan berfluktuasi tinggi, inovasi pengolahan cabai nampaknya perlu dilakukan untuk mencegah kerugian ketika harga panen sangat rendah. Untuk mengurangi kerugian, petani bisa menahan untuk tidak menjual cabai segar, namun diolah dengan pengeringan dan dijual saat harga cabai naik.

Memang saat ini konsumen lebih memilih cabai segar dibandingkan cabai kering, dan konsumen cabai kering sebagian besar adalah menjual cabai dalam bentuk jadi. Seperti konsumen warung makanan dan bakso. Sedangkan konsumen rumah tangga lebih memilih cabai segar. Namun demikian petani dan pasar perlu berimprovisasi dalam menghadapi ketidakpastian harga dengan mengenalkan penggunaan cabai kering. Jika pasar sudah terbentuk, petanipun bisa lebih tenang menjual cabai dalam wujud kering.

Dengan nilai lebih yang dimiliki cabai kering, nampaknya petanipun  perlu segera belajar mengolah cabai segar menjadi cabai olahan seperti yang dipernah dibahas dalam artikel Mengolah Cabai Menjadi Tahan Simpan  dan Cabe Kering, Cabe Olahan Tahan Simpan  Siapa tahu nantinya, cabai kering bisa diekspor ketika panen melimpah.

Cabe Terkait : Cabe Maruti | Cabe Serambi | Cabe Priyayi | Cabe Vega | Cabe Batalion | Cabe Perwira

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.