• Persemaian
  • Persiapan Lahan
  • Pemupukan
  • Penanaman
  • Perawatan
  • Panen
1. Benih direndam dalam air hangat selama setengah jam

2. Media semai dapat menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1

3. Jaga media agar selalu lembab. Penyiraman dengan menyesuikan kondisi media dan cuaca.

4. Bibit berumur 20-25 hari siap ditanam di lapang

 

Pengolahan tanah

1. Genangi lahan semalam

2. Bajak tanah kedalaman 25-30 cm biarkan 5-7 hari

3. Buat bedengan tinggi 30-40 cm, lebar bedengan ± 100 m dan lebar parit ± 50 cm. Tinggi bedengan sesuaikan dengan kondisi tanah dan musimnya.

4. Bagi tanah asam, tambahkan dan aduk rata dolomit sebanyak 150 gr/m2.

5. Untuk menambah kesuburan dan kegemburan tanah tambahkan pupuk kandang 2kg/m2.

6. Sebagai pupuk dasar dapat diberikan SP36 15 gr/tan dan KCl 10 gr/tan.

Pemasangan Mulsa

1.Pasang mulsa hitam perak saat matahari terik agar bisa menutup permukaan bedengan dengan tepat, rapi dan kencang.

2.Biarkan mulsa tertutup 3-5 hari sebelum dibuat lubang, tujuannya adalah agar pupuk dasar yang diberikan tidak menguap

Pupuk dasar diberikan pada saat pengolahan tanah atau pembuatan bedengan dengan menambahkan pupuk kandang dan dolomit. Sedangkan Pupuk kimia diberikan setelah pembuatan lubang tanam dengan dosis SP36 15 gr/tanaman dan KCl 10 gr/tanaman

1. Buat lubang tanam dengan pelubang plastik pada mulsa dengan jarak tanam 60×50 cm atau 70×50 cm.

2. Lubang diberikan nematisida dan fungisida terlebih dahulu.

3. Pemindahan tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari. Bibit bunga kol ditanam sejajar tanah/mulsa.

4. Penyiraman dilakukan selama satu minggu awal, jaga agar tanah tetap basah.

1.Penyulaman : Penyulaman dilakukan tujuh hari setelah tanam (dilakukan bila bibit yang ditanam menunjukkan pertumbuhan yang tidak normal). Sebaiknya penyulaman dilakukan pada sore hari.

2. Penyiangan : Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma pada lubang tanam dan parit antara dua bedengan. Pemakaian cangkul untuk menyiang dianjurkan tidak terlalu dalam agar akar tidak rusak dan putus.

3. Pengendalian Hama Penyakit : Dilakukan dalam rangka pencegahan maupun pada saat terserang hama atau penyakit. Lakukan penyemprotan pestisida sesuai hama atau penyakit yang menyerang sesuai dosis anjuran pada label pestisida. Apabila terserang penyakit yang disebabkan virus, segera cabut dan dibuang agar tidak menular pada tanaman sekitar. Hama yang menyerang bunga kol biasanya berupa hama ulat daun (Plutella xylostella) dan ulat tanah, dan penyakit berupaa busuk hitam, bercak daun, bengkak daun

Ciri bunga kol siap panen :

1. Siap umur sekitar 45-50 HST.

2. Warna bunga crop putih kekuningan, membesar, keras dan belum mekar.

3. Lakukan panen saat cuaca tidak panas.

4. Panen pada saat suhu tinggi, menyebabkan bunga kol mudah layu dan menguning.

5. Kerusakan pada kembang kol dapat menyebabkan mudah busuk.

 

Benih Bunga Kol Terkait : Forum | Kusuma

NB: Panduan ini merupakan teknik budidaya secara umum. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi agroklimat setempat atau dapat berkonsultasi dengan tim lapangan PERTIWI / PPL setempat

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.