• Persiapan Lahan
  • Persemaian
  • Penanaman
  • Perawatan
  • Panen

Pembuatan bedengan: bedeng sawi Lahan diolah  1 minggu sebelum tanam, sambil dicampur pupuk kandang (10-20 ton/ha).

Kemudian dibuat bedengan dengan ukuran :
lebar bedengan 1 m, panjang bedengan mengikuti panjang lahan, jarak antar bedengan 50 cm.

Bedengan ditutup dengan mulsa dan dibuat lubang tanaman.
Jika ingin membentuk kubis dengan ukuran kecil-sedang, jarak tanam rapat dapat digunakan yaitu 35 x 60 cm2 (dalam satu meter isi tiga titik tanam. Jika ingin mendapatkan kubis dengan ukuran besar bisa menggunakan jarak lebih lebar seperti 40-50 cm x 60-70 cm.

Persemaian benih kubis bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu :

Kubis1

a. Persemaian dengan trayer

Media semai berupa campuran tanah & pupuk kandang halus dengan perbandingan 1 : 1.

Campuran media semai dimasukkan ke bak trayer atau ke dalam kantong media plastik kecil.

Persemaian : benih diperam dalam kain basah, kemudian benih yang berkecambah dipindah ke media persemaian trayer.

Jaga kelembaban media agar selalu basah.

 

Kubis2

b. Persemaian langsung di bedengan

Pembuatan bedengan dengan ukuran lebar 1 m, tinggi 20cm, jarak antar bedengan 50 cm.
Bedengan ditaburi kompos, diaduk dan ratakan. Diamkan selama satu minggu.
Kemudian buat lubang tanam dengan menggunakan jari atau kayu kecil. Buat lubang tidak terlalu dalam. Masukan benih, kemudian tutup tipis dengan tanah kembali.
Siram bedengan dengan air yang lubang airnya lembut.
Bedengan ditutup plastik
Setelah 3-5 hari, benih berkecambah
Penyiraman dua kali sehari atau jaga agar media selalu lembab.
Saat penyiraman, tutup plastik dibuka dan ditutup kembali setelah penyiraman.
Penyemprotan pestisida satu kali dalam satu minggu.
Bibit siap pindah tanam saat umur 20 hari setelah semai (hss).

Kubis5

1. Jarak tanam : 35 x 35 cm

Jumlah bibit/lubang : 1 bibit/lubang

2. Cara Tanam :

a. dibuat lubang tanam dengan menggunakan tugal dengan jarak tanam sesuai anjuran

b. bibit ditanam kedalam lubang tanam

3. Penyulaman

a. penyulaman merupakan penggantian tanaman mati atau terserang hama dan penyakit dengan tanaman baru

b. segera lakukan penyulaman dengan bibit sulaman atau cadangan

1. Penyiangan : dilakukan pada umur 10 hst dan 30 hst

2. Pemupukan :

Pemupukan pertama dilakukan dengan cara di tugal (1-7 hst), Pemupukan kedua ditugal (28 hst), Pemupukan ke tiga ditebar diparit bersama air mengalir setelah pembentukan krop (50 hst).
Pemupukan dengan menggunakan pupuk NPK dengan dosis 10gr/tanaman

Kubis4

3. Pengairan :

Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada seminggu pertama setelah penanaman (atau selalu menjaga kelembaban tanah disekitar titik tanam). 1-30 hari penyiraman bisa dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari. Umur satu bulan setelah pindah tanam, pengairan bisa dilakukan setiap lima hari sekali atau satu minggu dua kali. Saat hujan tanaman tidak perlu disiram kembali.

4. Pengendalian Hama Penyakit

Hama Utama :

a. Ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell).

b. Ulat tritip (Plutella maculipennis)

Gejala :

a. Bagian titik tumbuh tanaman rusak

b. Daun berlubang lubang, jika serangan hebat hanya tersisa urat daun

Pengendalian :

a. secara mekanis : mencari ulat dan membunuhnya

b. Secara kimia dengan insektisida (Lamda Sihalotrin,Profenofos, Beta siflutrin)

Penyakit Utama :

a. Penyakit busuk hitam (Xanthomonas campestris)

b. Bercak daun (Alternaria brassicae)

Gejala :

a. Tepi daun berwarna kuning atau pucat kemudian meluas ke bagian tengah

b. Daun berbintik kelabu kemudian menjadi bercak coklat

Pengendalian : Pergiliran tanaman, penggunaan fungisida atau bakterisida (Metil tiofanat, tembaga hidroksida)

Kubis3

1. Waktu : Pagi

2. Kriteria Panen :
a. Sudah mencapai umur panen 75-100 hst
b. Crop kubis sudah keras dan padat
b. Daun terluar terbuka lebar keluar dengan warna daun agak ungu
c. Berat bisa mencapai 3 kg/crop

3. Metode Panen :
Kubis dipanen dengan memotong bagian pangkal tananam, dan memotong daun-daun hijau terluar sehingga menyisakan crop kubis putih. Untuk pengiriman jarak jauh, daun terluar terkadang tidak dibuang semua, namun digunakan sebagai pelindung crop kubis.

Kubis8 Kubis7 Kubis6

4. Pengemasan : dengan menggunakan karung jaring, atau untuk pengiriman jarak jauh bisa dibungkus dengan kertas koran kemudian dimasukkan dalam karung jaring. 

 

Benih Kubis Terkait : Icon|Brandy

NB: Panduan ini merupakan teknik budidaya secara umum. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi agroklimat setempat atau dapat berkonsultasi dengan tim lapangan PERTIWI / PPL setempat

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.