• Persemaian
  • Persiapan Lahan
  • Penanaman
  • Pemupukan
  • Perawatan
  • Panen

1. Persemaian benih dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah.

2. Persemaian dapat dilakukan di tray pembibitan.

3. Media semai menggunakan campuran cocopeat dan kompos dengan rasio 2:1.

4. Kemudian letakkan benih bunga marigold di media semai dengan posisi sayap benih di atas.

5. Jaga kelembaban media. Siram media semai tiap pagi dan sore hari (tergantung kondisi sekitar).

6. Setelah umur 2 minggu setelah semai, bibit siap ditanam di lahan.

Pengolahan Tanah

1. Sebelum ditanami, lahan dibajak agar tanah lebih gembur dan dibuat bedengan.

2. Setelah bedengan jadi, taburkan pupuk kandang dengan dosis 20 ton/ha lalu dicampur dengan tanah sampai merata.

3. Kemudian tutup bedengan menggunakan mulsa. Buat lubang tanam dengan jarak 50 cm x 50 cm.

4. Jika pH tanah terlalu rendah (asam) bisa ditambahkan kapur untuk menaikkan pH tanah. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2).

 

Pemasangan Mulsa

1.Pasang mulsa hitam perak saat matahari terik agar bisa menutup permukaan bedengan dengan tepat, rapi dan kencang.

2.Biarkan mulsa tertutup 3-5 hari sebelum dibuat lubang, tujuannya adalah agar pupuk dasar yang diberikan tidak menguap

1. Sebaiknya penanaman dilakukan sore hari untuk mengurangi laju transpirasi.

2. Sebelum ditanami, lubang tanam ditaburi insektisida berbahan aktif karbofuran atau midakloprid untuk mencegah serangan ulat tanah atau hama tanah lainnya.

3. Pada saat penanaman, lakukan pengairan pada lahan yang akan ditanami.

4. Setelah ditanam, lakukan penyiraman pada lubang tanam.

1. Pemupukan susulan diberikan dalam 2 cara yaitu pupuk kocor dan pupuk tugal.

2. Pupuk kocor diberikan 1 minggu setelah tanam dan diberikan interval 2 minggu sekali.

3. Sedangkan pupuk tugal diberikan pada saat umur 10 hst dengan dosis 10 g/tanaman, 24 hst dengan dosis 15 g/tanaman dan 38 hst dengan dosis 20 g/tanaman berupa pupuk majemuk NPK atau pupuk tunggal (campuran pupuk urea, TSP dan KCl).

1.Pemasangan Ajir & Pengikatan : Pemasangan ajir dilakukan 1 minggu setelah tanam, hal ini dilakukan untuk mengikat tanaman bunga agar batang bunga tidak mudah roboh bila terkena angin.

2. Pengairan : Pengairan dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman serta kondisi lahan. Diusahakan tanah selalu lembab agar tanaman bisa tumbuh dengan baik.

3. Pengendalian Hama Penyakit : Tanaman bunga marigold sangat disukai oleh hama tungau. Sehingga bila ada serangan hama tungau, bisa dilakukan penyemprotan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif diafentiuron, tiametoksam atau imidakloprid.

Pemanenan bunga marigold dapat dilakukan saat bunga sudah mekar sempurna dengan cara memotong bunga beserta tangkainya. Bunga marigold varietas yang didaftarkan memiliki umur panen 50 – 55 hst.

Benih Bunga MarigoldĀ Terkait : Marigold Rona | Marigold Molek Kuning | Marigold Cassanova

NB: Panduan ini merupakan teknik budidaya secara umum. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi agroklimat setempat atau dapat berkonsultasi dengan Petugas Lapang BENIH PERTIWI / PPL setempat

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.