• Persiapan Lahan
  • Persemaian
  • Penanaman
  • Perawatan
  • Panen

Pembuatan bedengan: bedeng sawi     Setelah lahan diolah, kemudian dibuat bedengan dengan ukuran : lebar bedengan 1 m, panjang bedengan mengikuti panjang lahan, jarak antar bedengan 50 cm.

1. Perkecambahan benih dikecambahkan terlebih dahulu

2. Penyiapan media semai

a. Media semai berupa campuran cocopit, blotong dan pupuk NPK

b. Campuran media semai dimasukkan kedalam kantong media berupa plastik kecil atau bak trayer

3. Persemaian : Benih yang berkecambah dipindah ke media persemaian

1. Jarak tanam : 20 x 20 cm

2. Jumlah bibit/lubang : 1 bibit/lubang

3. Jumlah populasi ± 250.000 tanaman/ha

4. Cara Tanam :

a. dibuat lubang tanam dengan menggunakan tugal dengan jarak tanam sesuai anjuran

b. bibit ditanam kedalam lubang tanam

5. Penyulaman

a. penyulaman merupakan tindakan penggantian tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit dengan tanaman baru

b. penyulaman dilakukan 7 – 10 hari setelah pindah tanam

siang sawi

1. Penyiangan : dilakukan pada umur 10 hari setelah pindah tanam

 

 

 

 

 

 

 

pupuk sawi2. Pemupukan :

a. Pupuk kandang (10-20 ton/ha) diberikan 1 minggu sebelum tanam (dicampur saat pengolahan tanah per bedeng)

b. Urea diberikan pada umur 14 hari setelah tanam (100-150 kg/ha) ditugal atau dilarik kemudian ditutup dengan tanah.

 

 

 

 

3. Pengairan Waktu pengairan dilakukan 10 hst dan diulang dengan selang waktu 7 hari

4. Pengendalian Hama Penyakit

Hama Utama :

a. Ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell).

b. Ulat tritip (Plutella maculipennis)

Gejala :

a. Bagian titik tumbuh tanaman rusak

b. Daun berlubang lubang, jika serangan hebat hanya tersisa urat daun

Pengendalian :

a. secara mekanis : mencari ulat dan membunuhnya

b. Secara kimia dengan insektisida (Lamda Sihalotrin,Profenofos, Beta siflutrin)

Penyakit Utama :

a. Penyakit busuk hitam (Xanthomonas campestris)

b. Bercak daun (Alternaria brassicae)

Gejala :

a. Tepi daun berwarna kuning atau pucat kemudian meluas ke bagian tengah

b. Daun berbintik kelabu kemudian menjadi bercak coklat

Pengendalian : Pergiliran tanaman, penggunaan fungisida atau bakterisida (Metil tiofanat, tembaga hidroksida)

sawi

1. Waktu : Pagi

2. Kriteria Panen :
a. Sudah berumur 25 – 30 hst

b. Tinggi tanaman ± 30 cm

c. Belum berbunga

 

3. Metode Panen :

a. Dicabut, akar nya dipotong

b. Dicuci dengan air mengalir

c. Diikat tiap tanaman

4. Pengemasan : dengan menggunakan plastik

 

Benih Sawi Terkait :Kumala | Flamingo

NB: Panduan ini merupakan teknik budidaya secara umum. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi agroklimat setempat atau dapat berkonsultasi dengan tim lapangan PERTIWI / PPL setempat

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.