Rino ditengah melon Monet berusia 40 HST.

BENIHPERTIWI.CO.ID – Pesisir pantai Trisik, Kec. Galur, Kulonprogo, DIY, merupakan salah satu sentra produksi melon di Jawa Tengah. Dengan ketinggian tiga meter dari permukaan laut dan berjarak satu kilometer dari bibir pantai, pemasaran melon dari Trisik meliputi daerah sekitar Jawa Tengah, Jawa Barat (Bandung), Jakarta hingga ke  Luar Jawa (Sumatera).

Pada umumnya melon yang ditanam merupakan melon tipe hijau dengan kulit ber-net. Namun seiring dengan pengembangan produk dan pasar, kemudian dikembangkan juga melon tipe kuning dengan kulit polos dan tidak ber-net.

Salah satu melon tipe kuning yang dikembangkan di Trisik adalah melon Monet dari Benih Pertiwi. Buah melon Monet rata-rata berukuran besar, dengan berat 2-3 kg/tanaman atau dibuahkan dua dengan berat 1.5 – 2 kg/buah.

Warna kulit buah melon Monet sangat menarik, kuning cerah mengkilat, daging buah orange, rasa manis brix 12, tekstur renyah dan bentuk buah lonjong.

Tak heran jika baik petani maupun pedagang Melon di Trisik sangat antusias dan puas dengan melon baru ini. Salah satunya adalah Rino, petani sekaligus pedagang melon yang menanaman melon Monet dengan populasi 9000 tanaman.

Yuli pedagang Melon dari Solo, usai panen melon Monet

Dengan pengalaman delapan tahun menanam Melon, Rino sudah paham seluk beluk dunia permelonan. Hal ini bisa dilihat dari hasil tanaman Melon Monet miliknya yang sangat seragam dan 80% buah masuk grade A.

Dengan bekal ilmu menanam melon tipe hijau, Rino suka berinovasi dan suka mencoba benih baru. Rino juga termasuk salah satu petani yang mempelopori penanaman melon tipe kuning di daerah Trisik. Dari total 190an petani melon, pada awalnya hanya sekitar 5% petani yang menanam jenis tipe kuning.

Rino sudah beberapa kali berganti merek benih sebelum akhirnya mantap menggunakan melon Monet. Menurut Rino, “Tanaman kokoh, ketahanan daun terhadap keriting (punter)  termasuk kuat, daun bagus tahan dari jamur. Jika ada yang keritingpun masih bisa berbuah”.

Selain itu alasan Rino memilih Monet adalah karena harga benihnya terjangkau, buahnya manis dan bisa besar. Jika pasar meminta buah besar, buah tinggal diseleksi menjadi satu buah per tanaman, sedangkan jika pasar minta ukuran lebih kecil, maka bisa dibuahkan dua hingga tiga buah pertanaman.

Sedangkan untuk pemasaran, menurut Rino yang juga memasok melon langsung ke pasar, penjualan monet di lapak sangat bagus, lebih laku karena warna kulitnya lebih menarik, lebih cerah mengkilat, daging buah orange, buah bisa besar, rasa renyah dan manis, tidak membosankan dan pas untuk hidangan.

Dari pengalaman menanam populasi 9000 tanaman, Rino mampu menghasilkan 16 ton melon Monet dengan 80% grade A. Dengan harga grade A (1.8 – 3 kg) Rp. 11.000, Grade B (1 – 1.8 kg) Rp. 8.000, Grade C ( < 1 kg) Rp. 5.000. Sedangkan modal biaya menanamn melon monet adalah Rp. 6.000 / tanaman.

Ahmad Zainudin, Petugas marketing Jawa Tengah ditengah hamparan melon Monet siap panen.

Senada yang disampaikan Rino, menurut Yuli yaitu pedagang melon dari Solo juga mangakui keunggulan Monet dengan ukuran buah yang seragam, dengan berat rata-rata 1.8 – 2.5 kg/buah. Rasanya juga manis dengan tingkat kemanisan 12-13 brix.

Sedangkan menurut pengamatan petugas marketing Jawa Tengah, Ahmad Zainudin memberi kesimpulan melon monet yang ditanam di pesisir pantai Trisik mempunyai tanaman yang masih hjau dan kokoh walau sudah panen,  tanaman lebih tahan cuaca panas dan bisa tumbuh di lahan pasir, buah bisa besar seragam dan bisa mencapai berat 3 kg, warna buah kuning mengkilat (tidak pucat), bentuk buah lonjong menarik, rasanya renyah dengan tingkat kemanisan brix 12, dan daging buah berwarna orange disukai lapak.

Jadi tunggu apalagi? Segera dapatkan benihnya di kios pertanian terdekat.

Cr: Ahmad Zainudin.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.