Gubernur Panen RayaSumber : Lampung Post, 12 November 2014

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengatakan petani dituntut mampu menekan biaya produksi hingga titik terendah agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar global.

Mencapai semua itu, Pemprov Lampung terus berupaya meningkatkan pemanfaatan teknologi sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Teknologi juga diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan hasil produksi di tengah keterbatasan lahan pertanian akibat maraknya alih fungsi lahan serta berkurangnya tenaga kerja.

Hal itu disampaikan Ridho Ficardo pada panen raya di Desa Brajafajar, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur. Selasa (11/11). Panen Raya padi varietas Pak Tiwi-1 seluas 25 hektare itu dihadiri Forkompimda Pemprov, Ketua Tim Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (P4K) Lampung M.S. Joko Umar Said, Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Bupati Pringseweu Sujadi Sadat, Forkopimda kabupaten/kota, serta Gapoktan dari 15 kabupaten/kota.

Gubernur didampingi Erwin Arifin dan bupati lainnya juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada wakil gapoktan 15 kabupaten/kota berupa alat mesin pertanian (alsintan) serta benih.

Menurut Ridho, teknologi yang didorong saat ini diantaranya penggunaan benih varietas bibit unggul dan teknologi pendukung, seperti mekanisasi alat pertanian, mulai dari alat dan mesin pratanam hingga panen dan pascapanen.

“Hari ini saya serahkan bantuan berupa alsintan dengan harapan dapat merangsang petani untuk lebih produktif dan berdaya saing,” kata Ridho.

Dia mengatakan dewasa ini pembangunan sektor pertanian, khususnya tanaman padi cukup membanggakan.

Pada 2009, produksi padi LAmpung 2,673 juta ton dan pada tahun 2013 meningkat jadi 3,207 juta ton atau naik 4,65%. Pada 2014, berdasarkan angka ramalan II mencapai 3,320 juta ton atau meningkat sekitar 3,35% dibanding 2013.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.