HKTI

BENIHPERTIWI.CO.ID – Sukses panen raya perdana di Kebun Percontohan HKTI Sumut ini bisa jadi contoh bagi daerah lain, dan kita harapkan HKTI Sumut juga dapat membuat lahan untuk kebun percontohan di seluruh daerah kabupaten di Sumatera Utara ini, sehingga kehadiran HKTI dapat dirasakan bermanfaat bagi petani dan masyarakat banyak,” ujar Parlindungan Purba kepada pers di Samosir. Dia mengutarakan itu ketika memaparkan kata sambutannya di acara panen raya jagung perdana dikebun percontohan HKTI Sumut, yang disaksikan dan dihadiri sejumlah pejabat dan pengurus pusat HKTI dari Jakarta: Ruspian Rochadi, Ir. Nasrun Arbain, Sirajudin Sewang, Guntur Limbong, SH, Yan Munar, Yotben Silitonga, Nasiruddin Aminuddin, Didiek Pudya Bawalaksana, Lozard Hardjosetyanto, Elda, Ruth M. Tyas beserta rombongan yang mendampingi Sekjen HKTI Pusat Dr. Ir. Benny Pasaribu MEc. Hadir juga wakil bupati samosir Ir. Mangadap Sinaga yang dilantik langsung sebagai DPC HKTI Samosir.

Pengurus HKTI Sumut, dipimpin Ketua ketua DPD yang diwakili Ir. Tunggul Habeahan., yang hadir adalah Eko Handoko, Rusdi Ritonga, Henriko Aritonang, Iskandar Simatupang, Ir. M. Siahaan, Oktavia sihombing, Fauji, Ardi, Makler Manalu, sedangkan dari daerah antara lain Ketua DPD HKTI Deli Serdang Sambang Sagala, Ketua DPD HKTI Kab. Asahan Usman Ritonga, Ketua DPD HKTI Tj. Balai dari Sekretaris DPD HKTI Tapsel. Pihak mitra kerja dari PT. Agri Makmur Pertiwi juga hadir antara lain Junaidi Sungkono, Haryanto, Akhiruddin. Acara panen raya yang dihadiri 500-an warga dan petani plus undangan itu juga dimeriahkan dengan dialog dan penyuluhan pertanian tanaman pangan, serta pelantikan pengurus DPD HKTI Kab. Samosir, Wakil Bupati Samosir Ir. Mangadap Sinaga yang sebelumnya terpilih sebagai keteua DPD HKTI Kabupaten Samosir, langsung dilantik oleh ketua DPD HKTI diwakili Ir. Tunggul Habeahan, yang juga mantan anggota DPRD Kab. Samosir.

“Selaku pengurus baru di HKTI Samosir, kami tidak perlu banyak berkata-kata tetapi akan lebih banyak berkarya nyata untuk membuktikan bahwa semua kepentingan petani di kabupaten Samosir akan diperhatikan secara berkesinambungan, dan kami optimis hal ini akan terwujud dengan tindak kerja sama untuk kesejahteraan petani di Samosir” katanya optimis sembari menambahkan petani Samosir bisa juga akan lebih pintar dan cerdas mengelola usaha-usaha pertaniaanya. Dia mencontohkan, areal jagung konvensional yang semua hanya menghasilkan 5 ton per hektar, kedepan akan bisa ditingkatkan menjadi 8 ton per hektar jagung, khususnya jagung produk pipilan kering. Saat ini, terdapat 10.000-an hektar lahan potensial di Pulau Samosir yang bisa dikembangkan untuk pertanian, termasuk untuk tanaman jagung, walaupun pengelolaan lahan pertaniaan di Pulau Samosir perlu pola pendekatan (treatment) khusus karena beda kondisi dengan lahan-lahan di daerah Pulau Jawa.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.