Hengky (berjaket) dan Chairul Mufti (kios) memegang jagung manis Paragon.

BENIHPERTIWI.CO.ID – Setiap daerah mempunyai karakter permintaan terhadap suatu produk seringkali berbeda, hal ini bisa terjadi karena perbedaan budaya dan kondisi geografis alam. Tak heran jika dipasaran terdapat banyak benih dengan beraneka varietas. Hal ini untuk menyesuaikan karakter produk dengan selera konsumen yang beragam.

Termasuk karakter jagung manis Paragon dari Benih Pertiwi yang sukses merebut hati petani, khususnya di daerah Kec. Gunung Talang, Kab. Solok, Sumatera Barat yang mempunyai ketinggian 700 – 9000  mdpl. Hal ini bisa dilihat dari beralihnya mayoritas petani dan pengepul ke jenis jagung manis Paragon.

Salah satu pengepul dan petani yang mempelopori jagung manis Paragon adalah Hengky. Beberapa alasan Hengky beralih ke jagung manis Paragon adalah karena umurnya lebih genjah 75 Hari Setelah Tanam (HST) sudah bisa panen, dibandingkan dengan kompetitor umur 80 HST baru bisa dipanen.  Jagung manis Paragon mempunyai tinggi yang ideal, tidak terlalu tinggi, namun mempunyai perakaran kuat, batang besar sehingga lebih tahan rebah jika diterpa angin kencang.

Rasa jagung manis Paragon manis, biji buah lebih besar dibandingkan jenis jagung lainnya, mudah dipipil, dan terpenting adalah daya simpan hingga 5 hari setelah panen. Besar buah lebih seragam, yaitu sekitar 400 – 800 gram/tongkol, dengan produktivitas 700 – 800 kg jagung super per satu bungkus benih jagung manis Paragon (250gram).

Cr: Wahyu H.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.