Red Lampion

Kabocha atau Waluh Red Lampion

BENIHPERTIWI.CO.ID – Tentunya kita tidak asing lagi dengan buah waluh yang sering kita masak sebagai kolek atau sayuran. Nah, kalau biasanya buah waluh yang kita jumpai ini berukuran besar, waluh yang ini memiliki ukuran yang lebih kecil.

Tapi jangan salah, kecil begini ternyata banyak digemari pasar lho. Di negara asalnya jepang, waluh mini ini dinamakan kabocha atau “labu kuning”. Sementara Di Indonesia kabocha sudah banyak kita jumpai di kios-kios buah dan juga supermarket.

Menarik dan langka itu mungkin kesan pertama saat melihatnya! Kulitnya yang kuning cerah, bentuknya bulat, daging berwarna kuning oranye dengan tekstur pipih keras, dan memiliki alur warna lebih terang membuatnya sangat digemari masyarakat.

Kabocha atau labu orange ini ternyata memiliki serat tinggi, dan rendah lemak. Kandungan betakaroten yang tinggi inilah yang membuat warnanya kuning-oranye cerah. Nah, seperti halnya pada wortel, betakaroten ini jika dicerna akan menjadi vitamin A yang bermanfaat untuk antioksidan.   Selain berguna untuk antioksidan, juga dapat mengurangi resiko kanker dan penyakit jantung serta penyakit lainnya.

Benih Pertiwi sudah melepas varietas waluh type ini dengan nama RED LAMPION. Red Lampion sudah dikembangkan di beberapa tempat seperti Jawa Barat, Palembang, Sulawesi serta Jawa Timur. Red Lampion memiliki keunggulan rasanya lebih manis dan memiliki daging dengan tekstur sangat lembut.   Adapun beberapa keunggulan Red Lampion diantaranya : memiliki Vigor tanaman yang kokoh dan seragam. • Tekstur daging lembut rasa manis dengan kadar gula 3,5 – 4,5 %. Buahnya sendiri bisa mencapai 2 – 2,7 kg dengan potensi hasil 73 – 79 ton setiap hektarnya. Umur panen berkisar + 99 HST.

Tertarik untuk menanamnya?

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.