img_2482-copy

BENIHPERTIWI.CO.ID – Air hujan diyakini memiliki kandungan kimia yang mampu menyuburkan tanah. Tanaman yang daunnya menguning karena kekurangan hara bisa menjadi hijau seketika terkena guyuran air hujan. Sebenarnya apa kandungan air hujan sehingga mampu menyuburkan tanaman?

Kita ketahui sekitar 78% atau sebagian besar kandungan udara adalah nitrogen. Nitrogen di udara masih berwujud unsur, bukan senyawa. Padahal mahluk hidup hanya bisa menyerap nitrogen dalam bentuk senyawa, seperti bentuk nitrat, asam amino, protein dll.

Nitrogen merupakan unsur yang sulit bergabung dengan unsur lainnya, buktinya adalah meskipun kandungan nitrogen udara 3/4 yang masuk ke dalam pernafasan kita, namun nitrogen tersebut tidak berpengaruh terhadap metabolisme tubuh.

Nitrogen banyak tersedia di udara, namun nyatanya tumbuhan tidak bisa menyerap secara langsung. Termasuk tanaman kacang-kacang yang masih membutuhkan bakteri pengikat nitrogen. Hal inilah yang membuktikan nitrogen sulit untuk bersenyawa dengan unsur lainnya.

Berbeda dengan kandungan nitrogen di langit, kandungan nitrogen di lautan dan daratan jauh lebih rendah, hanya sekitar 0.0025%. Meskipun kandungan nitrogen di daratan dan di lautan lebih rendah, namun nitrogen menjadi komponen utama bagi pembentukan mahluk hidup di bumi.

Sedangkan kita ketahui pula, salah satu unsur kimia yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar dan mempunyai pengaruh cepat terhadap pertumbuhan adalah unsur Nitrogen (yang biasanya terkandung dalam pupuk Urea atau Za).

Lantas, apakah air hujan mengandung Nitrogen? Bagaimana mungkin udara dan air menyatu menjadi air hujan yang mengandung nitrogen?

Dalam daur nitrogen, air hujan mempunyai peran penting dalam mentransfer nitrogen dari langit ke tanah. Air hujan mengandung 99.9% massa H2O dan unsur-unsur terlarut seperti nitrogen dalam bentuk nitrat dll.

Meskipun molekul nitrogen sulit bersenyawa dengan molekul lainnya, namun dengan energi yang sangat besar seperti kilat atau petir, maka molekul nitrogen bisa terurai, merangsang pembentukan nitrat dan bercampur dengan air hujan.

Proses inilah yang kemudian ditiru dan dikembangkan menjadi teknologi plasma, yaitu teknologi yang bisa dimanfaatkan dalam pembuatan urea buatan atau teknologi lainnya seperti pendingin AC atau televisi.

Sebuah penelitian tahun 2014, tentang komposisi kimia air hujan, mengungkapkan ada kandungan nitrat pada semua sample yang diperoleh dari 48 lokasi dari 31 negara. Oleh sebab itu, hujan beserta petir sangatlah bermanfaat bagi kesuburan tanah dan perkembangan organisme di permukaan bumi.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.