Lampung PostSumber : Lampung Post, 12 November 2014
Bupati Lampung Timur Erwin Arifin menjelaskan daerahnya memiliki potensi lahan sawah seluas 60.518 hektare (ha) dan lahan bukan sawah 152.866 ha. Pada 2013, luas panen padi sawah 97.959 ha dan capaian produksi 557.390 ton.

Lampung Timur merupakan penyumbang padi sawah terbesar kedua untuk Provinsi Lampung dengan kapasitas produksi padi 16.15%, kata Erwin pada panen raya padi di Desa Brajafajar, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Selasa (11/11).

Panen Raya Padi Varietas Pak Tiwi-1 seluas 25 ha itu dihadiri Forkopimda Pemprov, Ketua tim Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kelautan (P4K) Lampung Joko Umar said, Bupati Lamtim Erwin Arifin, Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Bupati Pringsewu Sujadi Sadat, Forkopimda kabupaten / kota, serta Gapoktan dari 15 kabupaten / kota.

Hingga September 2014, kata Erwin, sasaran tanam padi mencapai 99.620 ha dan telah dicapai seluas 91.702 ha atau 92.05%. Dari luasan tersebut telah dipanen 75.223 ha atau 82.03%. Sedangkan target produksi padi Lampung Timur adalah 512.937ha, dan telah dicapai 427.610 ton atau 83.37%.

Berdasarkan data produksi 5 tahun terakhir, produksi padi di Lampung Timur telah memperoleh piagam penghargaan dari presiden selama 3 tahun berturut-turut.

“Tentunya hal ini sangat membanggakan bagi kami dan petani Lampung Timur. Apalagi Lampung Timur penyumbang padi terbesar kedua di Lampung,” kata dia

Terkait panen raya padi varietas Pak Tiwi-1 di Desa Brajafajar, menurut Erwin, luas tanaman padi di desa itu seluas 460 ha. Ratusan hektar sawah irigasi teknis itu selain ditanami padi varietas Pak Tiwi-1, juga ditanamai Ciherang, IR 64 dan varietas lain.

“Semoga padi yang dipanen raya pada kemarau ini akan memiliki kualitas dan kuantitas sesuai yang diharapkan petani,” kata dia.

Erwin menambahkan selain padi sawah, kabupaten yang dipimpinnya memiliki potensi pertanian tanaman pangan lain yang besar. Jagung, misalnya, juga merupakan penyumbang produksi terbesar kedua di Lampung. Sedangkan ubi kayu dan kedelai menyumbang produksi terbesar ketiga.

Oleh sebab itu, dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, dewasa ini dihadapkan pada tantangan berat, seperti makin menyempitnya lahan pertanian termasuk lahan sawah. Sehingga upaya yang dilakukan berupa peningkatan produktivitas lahan sawah melalui berbagai inovasi teknologi seperti penggunaan varietas unggul, baik hibrida maupun inhibrida.

“Tak kalah penting adalah penggunaan pupuk berimbang serta penerapan pengelolaan tanaman tepradu,” kata Erwin Arifin.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.