Petani Jagung Petiwi-6, Nagori Dolok Parmonangan

BENIHPERTIWI.CO.ID – Terus berkarya untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani melalui benih bermutu dan harga terjangkau merupakan salah satu misi dari PT. Agri Makmur Pertiwi atau dikenal sebagai BENIH PERTIWI® .

Untuk mendukung hasil pertanian khususnya di Kabupaten Simalungun sebagai salah satu penghasil jagung terbesar di Sumatera Utara, Tim Benih Pertiwi turut serta dengan memperkenalkan Jagung varietas baru yang dilepas dengan nama jagung hibrida Pertiwi-6.

Pada ketinggian ± 710 mdpl di Nagori (Desa) Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, E. Sinaga mencoba menanam Jagung Pertiwi-6 pada lahan 1 rante (400 m2) dan jagung varietas lain (kompetitor) pada lahan 3 rante. Dalam penanaman, Sinaga melakukan pola tanam 100 – 50 cm x 20 cm (1 tanaman/lubang) dengan alasan mencoba metode baru dan menghemat tenaga kerja. Terjadinya kemarau panjang di wilayah tersebut menjadi kendala bagi banyak petani. Oleh karena itu E. Sinaga hanya mampu memberikan satu kali pemupukan.

Jagung Petiwi-6, Nagori Dolok Parmonangan

Bah… Mantap do poang Jagung Pertiwi-6 on (Bah….Mantap Jagung Pertiwi-6 nya)”, kata  Sinaga. Jagung Pertiwi-6 lebih tahan kemarau dan memiliki tongkol yang lebih besar dan hasil produksi lebih banyak dibandingkan varietas yang lain. Rabu, 19 Oktober 2016 Jagung Pertiwi-6 dipanen pada umur 116 Hst dengan melibatkan Balai Penyuluh Kecamatan (Koordinator Penyuluh dan 6 orang PPL) dan masyarakat dari Kecamatan Dolok Panribuan.

Di daerah lain, pada ketinggian ± 180 mdpl di Nagori Mariah Hombang Kecamatan Hutabayu Raja Kabupaten Simalungun Tim benih pertiwi juga memperkenalkan dan mengembangkan Jagung Pertiwi-6 di lahan Aritonang seluas tiga rante dalam lahan 25 rante (1 ha) dengan empat varietas lain sebagai pembanding.

Jarak tanam yang digunakan 75 x 20 cm (1 tanaman/lubang). Perawatan, pemupukan sesuai dengan kebiasaan petani dan diperlakukan sama untuk semua varietas. Dari teknik tersebut ternyata Jagung Pertiwi-6 di lahan tersebut mampu menghasilkan satu tanaman bertongkol dua dan sama besar. Rabu, 9 November 2016 jagung Pertiwi-6 dipanen pada umur 109 HST.

Jagung Petiwi-6, Nagori Mariah Hombang

Melihat tongkol jagung yang besar seorang petani beranggapan bahwa Jagung Pertiwi-6 hanya besar di tongkol tapi ringan di biji. Untuk membuktikannya petani tersebut mengambil 1 kg Pertiwi-6 dan 1 kg varietas lain. Ternyata setelah dipipil, biji Pertiwi-6 lebih berat dibanding varietas lain.

Jagung Pertiwi-6 di lahan Sinaga seluas tiga rante dapat menghasilkan 1.289 kg atau 10,51 ton/ha, sedangkan produksi rata-rata varietas lain di lahan tersebut hanya mampu 7,5 ton/ha. Aritonang sendiri mengaku puas akan hasil yang diperoleh dan akan mencoba menanam kembali Jagung Pertiwi-6 di penanaman berikutnya dengan luasan yang lebih lagi.

(Hayado Tambunan – Agronomis Simalungun, Asahan, Sumut)

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.