BENIHPERTIWI.CO.IDLeptocarixa oratorius  atau walang sangit lebih dikenal karena baunya yang menyengat. Serangga bertubuh ramping dengan antena panjang ini bisa menyerang bulir padi saat fase pemasakan atau masak susu.

Serangannya dengan cara menusuk dan menghisap bulir padi, sehingga menjadi hampa. Bulir padi yang terserang akan meninggalkan bekas tusukan berwarna kuning dan bisa dihisap berkali-kali hingga berubah coklat.

Walang sangit termasuk hama perusak berat, bisa menghasilkan 200-300 butir telur yang diletakkan diatas permukaan daun secara berkelompok. Setelah 5-8 hari, telur akan menetas menjadi nimfa.

Kemudian dalam waktu kurang dari 27 hari, nimfa sudah berubah menjadi dewasa. Fase inilah yang bisa merusak dan merugikan petani. Sehingga lebih baik pengendalian dilakukan lebih awal yaitu saat tanaman mulai keluar malai.

Pengendalian walang sangit bisa dilakukan secara sederhana, yaitu dengan menggunakan perangkap bahan makanan yang berbau busuk. Seperti terasi, bangkai kodok, bangkai kepiting, ikan, yang digantung dengan tali diatas ajir 1.5-1.8 meter.

Perangkap diletakkan disekitar sawah atau ditengah sawah sehingga bau yang merebak dapat mengundang walang sangit untuk datang mendekat. Ketika walang sangit mendekat dan berkelompok, bisa segera ditangkap dan dimusnahkan.

Caranya menggunakan plastik yang lebih besar dari ukuran perangkap, kemudian masukkan perangkap ke dalam plastik secara perlahan. Pengumpulan walang sangit dilakukan pada pagi dan sore hari.

 

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.