img_3725-copy

TOT jagung di bekas tanaman padi

BENIHPERTIWI.CO.ID – Pengolahan tanah sebelum tanam bertujuan agar tanah gembur, cukup mengandung bahan organik dan menghindari tanaman tergenang. Pengolahan tanah dilakukan terutama untuk tanah keras dan padat.

Dengan membalikan tanah, pengolahan juga mampu menekan perkembangan hama yang bersembunyi dibawah tanah.

Namun demikian, pada daerah yang tingkat kesuburan tanahnya masih baik. Misalnya tanah bekas tanaman padi, sayuran atau tanah yang relatif baru. Selain dengan pengolahan tanah, untuk menanam jagung juga dapat menggunakan sistem Tanpa Olah Tanah (TOT).

Sistem TOT merupakan sistem penanaman dimana benih bisa langsung ditanam tanpa pengolahan tanah sebelumnya. Secara teknis lebih ringkas dan benih bisa langsung tanam setelah panen, tanpa menunggu waktu pengolahan tanah atau masa bera.

Hal penting saat menanam jagung sistem TOT adalah sebagai berikut :

  1. Pengelolaan gulma : tanpa olah tanah akan menyebabkan gulma berkembang cepat, karena inang gulma tanaman sebelumnya masih tertinggal. Oleh sebab itu sebelum tanam hendaknya lahan disemprot dengan herbisida untuk menekan pertumbuhan gulma pada saat awal pertumbuhan tanaman. Pada lahan bekas padi atau jagung, sisa tanaman periode sebelumnya  dapat digunakan sebagai mulsa alami sekaligus menambah unsur hara.
  2. Penanaman dan perawatan TOT hingga pemanenan sama dengan teknis pengolahan tanah umumnya. Penanaman bisa menggunakan tugal untuk melubangi tanah, menggunakan mata bajak yang ditarik sapi atau traktor, atau menggunakan alat penanam planter. Pendangiran tetap perlu dilakukan untuk membantu sirkulasi udara disekitar akar dan memperkokoh tanaman.

Kekurangan sistem TOT selain perkembangan gulma yang cepat, sistem TOT juga memungkinkan hama-hama yang biasa bersembunyi di dalam tanah masih tersimpan di dalam tanah.

Namun demikian sistem TOT dibandingkan dengan sistem pengolahan konvensional mempunyai kelebihan sebagai berikut :

  1. Menghemat biaya, karena tidak membutuhkan biaya pengolahan tanah.
  2. Menghemat waktu budidaya.
  3. Mengurangi risiko hilangnya lapisan atas tanah yang subur.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.