BENIHPERTIWI.CO.ID – Biasanya petani menanam jagung dengan cara ditugal, yaitu tanah dilubangi menggunakan tongkat atau kayu sesuai dengan jarak yang diatur menggunakan tali, kemudian lubang diisi benih dan ditutup menggunakan tanah.

Satu orang membuat lubang, satu lagi memasukan benih ke dalam lubang sambil menutup tanah. Setidaknya dalam penanaman secara manual membutuhkan dua orang pekerja. Agar lebih cepat dalam satu waktu bisa jalan lebih dari satu tim penanam. Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan tentu semakin banyak.

Padahal ketika musim tanam yang serempak seperti awal musim hujan, pasti membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dan tentu tenaga kerja yang tersedia menjadi rebutan. Salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja adalah penggunaan alat atau mesin penanam jagung atau planter.

Belakangan ini planter jagung mulai dikenalkan untuk memudahkan dalam penanaman. Mulai planter yang kecil hingga planter besar. Jika menggunakan penanaman manual, dalam satu hektar membutuhkan setidaknya 12 orang pekerja. Yaitu 6 orang membuat lubang dan 6 orang penanam sekaligus menutup tanah, waktu yang dibutuhkan bisa satu hari kerja sekitar 8 jam.

Sedangkan jika dibandingkan dengan menggunakan planter kecil saja, waktu yang dibutuhkan hanya setengah waktu penanam manual. Penggunaan tenaga kerja pun sangat irit, hanya satu orang bisa mengoperasikan sendiri. Kepraktisan planter adalah bisa membuat lubang tanam sekaligus memasukan benih dan menutup tanah secara bersama. Hal ini yang bisa membuat hemat waktu dan biaya.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.