Tomat dengan kandungan karotenoid

BENIHPERTIWI.CO.ID –¬†Phytochemical merupakan bahan kimia yang berasal dari tanaman. Penelitan mengenai potensi phytochemical untuk kesehatan manusia sudah lama dilakukan.

Secara alami phytochemical berguna bagi tanaman untuk melindungi dirinya dari serangan bakteri dan virus. Ketika bahan phytochemical ini dikonsumsi oleh manusia, bahan tersebut juga bisa melindungi tubuh manusia dari serangan bakteri dan virus.

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa phytochemical ini mampu mencegah penyakit kronis. Seperti penyakit jantung dan kanker. Beberapa Phytochemical yang bermanfaat bagi tubuh adalah sebagai berikut :

1. Karotenoid

Merupakan salah satu pigmen yang menyebabkan buah berwarna orange, hijau dan merah. Seperti betakaroten yang dulunya dikenal sebagai sumber vitamin A saja, ternyata betakaroten juga berfungsi sebagai antioksidan.

Bagi seseorang yang rutin mengkonsumsi lima buah dan sayur per hari mempunyai risiko terkena kanker lebih rendah dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi buah dan sayur lebih sedikit.

Termasuk dengan mengkonsumsi vitamin A, C dan E untuk antioksidan masih lebih baik dengan mengkonsumsi langsung dari sumbernya, buah dan sayuran segar.

Berbeda dengan vitamin yang hilang atau rusak ketika mengalami proses pemanasan, namun tidak demikian dengan karotenoid yang justru lebih baik penyerapannya setelah dimasak.

Seperti kadar karotenoid pada tomat (likopen) yang masih tinggi setelah dilakukan pemasakan. Hal ini bisa dilihat pada saus dan pasta tomat. Likopen sendiri bermanfaat untuk penyakit prostat dan jantung.

Selain likopen, karotenoid lainnya adalah sebagai berikut, Alphakaroten pada Wortel, Betakaroten pada buah merah, brokoli, melon, bayam, sayuran hijau, wortel. Betacriptoxanthin pada jeruk peach, Lutein pada brokoli, jagung, buncis, bayam, sayuran hijau dan kesemek. Likopen pada tomat, semangka dan kesemek.

2. Phytoestrogen

Seperti halnya hormon estrogen pada wanita, phytoestrogen sangat berguna bagi kesehatan tulang dan post monopause terutama utama wanita. Selain itu Phytoestrogen juga dapat menurunkan kolesterol jahat.

Contoh phytoestrogen adalah genistein dan daidzen yang dapat ditemui pada produk turun kedelai,seperti tahu, tempe dan susu kedelai.

3. Polifenol

Polifenol terdapat di seluruh tanaman, termasuk sayuran, buah dan teh. Konsentrasi tertinggi terdapat pada bagian daun dan bagian luar tanaman. Polifenol berkhasiat sebagai antioksidan, pembasmi karsinogen dan mencegah pertumbuhan tumor.

Berikut beberapa polifenol yang berguna bagi tubuh dan sumbernya : Phenolic acid pada apel dan jeruk, Anthocyanin pada cocoa bean, tanin pada kacang, Sulforaphane pada golongan kubis, brokoli dan kembang kol. Allicin pada bawang putih dan bombay.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.