BENIHPERTIWI.CO.ID – Kejadian harga cabe anjlok bukanlah perkara baru dalam dunia percabaian di Indonesia. Hampir setiap tahun terjadi fluktuasi harga yang sangat tinggi. Namun anehnya terkadang harga tinggi dipasaran tidak serta merta dirasakan petani. Keuntungan lebih banyak dirasakan pedagang, padahal risiko kegagalan dan biaya tinggi lebih berat dipikul petani .

Belajar dari perjuangan Tunov melalui gerakan ‘Operasi Pasar’, Ketua Gapoktan Giri Makmur, Kabupaten Magelang ini ┬ámelarang petani menjual hasil panennya secara sendiri-sendiri, namun dikumpulkan menjadi satu dan dilelang bersama.

Dengan lelang ini ternyata mampu meningkatkan daya tawar petani terhadap para tengkulak. Tengkulak dipaksa menerima harga lelang, karena jika tidak maka otomatis pedagang tidak mendapat barang dagangan.

Selain itu Tunov beserta kelompoknya juga berhasil menembus Pasar Induk Keramat Jati yang dikenal sebagai barometer harga nasional. Caranya dengan menggelontorkan cabe dibawah harga tertinggi sehingga membuat mafia cabai menjadi kalang kabut.

Operasi pasar ini dinilai cukup berhasil dalam menstabilkan harga cabe. Dengan gerakan ini, harapannya adalah harga yang didapat petani merupakan harga tertinggi dari pedagang, ketika terjadi harga cabe rendah pun bisa tertolong dengan hasil lelang yang lebih tinggi. Ditingkat pasar indukpun bisa mengontrol aksi permainan ambil untung yang bisa menyebabkan fluktuasi tinggi.

Gerakan Tunov sebenanya jika kita telaah merupakan konsep dari gerakan koperasi. Yaitu gerakan dimana kebutuhan bersatu berasal dari kebutuhan ekonomi bersama. Dengan bersatu atau berkoperasi, maka petani akan mempunyai kekuatan lebih dibandingkan bergerak sendiri-sendiri. Petani bisa mempunyai daya tawar dalam menetapkan harga yang tepat. Buktinya peran kelompok tani dalam gerakan Tunov dapat menekan tengkulak sehingga tengkulak dipaksa mengikuti harga lelang dan juga dapat mempengaruhi harga pasar.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.