mawi

Timun Putih Mawi

BENIHPERTIWI.CO.ID – Kalau kita mendengar Sulawesi Selatan, tentunya identik dengan tempat wisata terkenal yaitu Toraja, Pantai Losari serta wisata kuliner yang terkenal dengan Coto makassar dan es pallubutung-nya. Nah, ternyata ada hal unik yang hanya ada di sulawesi selatan, yaitu timun putih.

Pada prinsipnya timun putih tidak jauh berbeda dengan timun pada umumnya. Bedanya hanya di warna kulit buah yang didominasi warna putih. Selain itu, ukuran yang dipanen pun lebih besar atau dapat dikatakan ukuran jumbo.

Timun putih lebih banyak dikenal dan dikembangkan di daerah Sulawesi Selatan saja terutama di daerah Gowa, Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba serta Takalar. Tidaklah mengherankan bila penjual khusus timun putih dapat ditemui di sepanjang jalan menuju arah Kab. Bantaeng. Luas tanam timun putih sekitar 1.800 hektar yang tersebar diseluruh Sulawesi selatan.

Sebelum berkembangnya timun putih hibrida, masyarakat setempat memang sudah turun temurun menanam timun putih yang notabene menggunakan varietas lokal. Dengan hadirnya timun hibrida yang memiliki keunggulan lebih, tidak bisa dipungkiri petani timun sudah banyak yang beralih ke benih hibrida.

Di sulawesi Selatan, penanaman timun ada dua cara yaitu dengan sistem lanjaran dan sistem telasah. Menurut informasi, pada saat musim besar, penggunaan sistem lanjaran dan telasah lebih berimbang. Mendekati akhir-akhir tahun, penggunaan sistem telasah lebih banyak digunakan. Musim besar tanam timun putih biasanya terjadi pada bulan maret dan april. Itulah sebabnya, diakhir tahun atau bukan musim tanam timun, harganya bisa melonjak tajam.

Teknis Tanam Timun Mawi Sistem Lanjaran (Foto: Akbar Bin Muslim)

Teknis Tanam Timun Mawi Sistem Lanjaran (Foto: Akbar Bin Muslim)

Mawi Telasah

Teknik Tanam Timun Mawi dengan Sistem Telasah (Foto: Akbar Bin Muslim)

Saat ini, hampir 70 persen petani timun Sulsel menggunakan timun putih varietas MAWI. Benih timun putih dari BENIH PERTIWI. Keunggulan timun hibrida MAWI ini tidak hanya dirasakan petani namun juga pedagang dan para konsumen. Warna buah yang cenderung ke arah hijau ternyata lebih disukai pedagang dan pembeli. Tidak hanya itu, rasanya juga tidak pahit dan produksinya tinggi menjadi pertimbangan para petani.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.