(Sumber : inhabitat.com)

BENIHPERTIWI.CO.ID – Kebutuhan makanan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Keterbatasan lahan dan tenaga kerja, menuntut perkembangan teknologi yang dapat mengimbangi kebutuhan pasokan makanan. Pada saat itulah teknologi pertanian telah berkembang menjadi lebih efisien dan efektif. Tenaga manusia akan digantikan oleh tenaga robot yang lebih akurat dan cepat.

Saat ini terutama di negara maju, seperti Amerika, China, Jepang dan negara Eropa sangat getol melakukan riset untuk memperbaiki teknologi pertanian ke arah produksi yang lebih efisien. Indonesia dengan kekayaan dan kesuburan alam  seharusnya mulai berbenah diri menyambut teknologi baru. Pengelolaan lahan pertanian konvensional tidak ramah lingkungan dan inefisien, tidak hanya mengancam kesehatan lingkungan, namun juga mengancam ketersediaan pangan dimasa mendatang.

Mengutip laman inhabitat.com, ini hanyalah waktu hingga ditemukannya mesin yang bisa mengambil alih peran produksi makanan. Pada tahun 2014 dengan jumlah populasi mencapai 7 miliar orang, pertanian setidaknya memasok 360 juta ton per tahun, sedangkan pada tahun 2050 diprediksi jumlah populasi sudah mencapai antara 8.9-9.7 miliar orang. Dengan demikian, pasokan makanan dibutuhkan untuk mencukupi makanan setidaknya 1.200 juta ton per tahun.

Untuk mencapai jumlah permintaan pada 2050, pertanian perlu melakukan efisiensi yaitu dengan penggunaan robot yang dinilai lebih efisien dibandingkan pertanian konvensional saat ini.

Tahun 2014, 25% mutu tanah sudah menurun oleh erosi tanah, terjadinya penurunan air dan kehilangan keanekaragaman hayati. Tahun 2050 diprediksi 54% lahan pertanian akan rusak dan hanyalah pertanian ramah lingkungan yang bisa memperbaiki.

Saat ini air dan bahan kimia digunakan dalam jumlah besar untuk pertanian, nantinya dengan adanya robot secara otomatis bisa mengukur dan membagi dengan akurat bagian tanaman yang memerlukan pupuk atau pestisida. Seperti robot Microdot Sprayer yang dapat menghemat 99.9% bahan kimia dengan menggunakan sistem kecerdasan target untuk mengidentifikasi daun yang menjadi target.

Penggunaan mesin berat untuk penanaman dalam lahan skala luas dinilai masih belum efisien, hal ini karena tekanan besar oleh mesin sehingga seringkali benih tidak tepat masuk ke lubang tanam. Sedangkan pada masa depan, penanaman dilakukan oleh robot yang lebih akurat dalam memasukkan benih. Seperti robot penanam yang dapat dengan cepat dan akurat melakukan tugas sebanyak 20 orang dalam waktu bersamaan.

Saat ini penanaman dan panen membutuhkan banyak tenaga kerja.  Sedangkan nantinya petani bisa melakukannya sendiri dan tinggal robot yang mengerjakan tugas. Demikian pula untuk kehilangan hasil saat proses panen yang saat ini masih tinggi, dengan adanya robot pemanen bisa otomatis panen sekaligus menjalankan kontrol mutu seperti sortir dan grading.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.