batu1BENIHPERTIWI.CO.ID – Beberapa bulan terakhir batu akik menjadi trend topik pemberitaan media. Entah dari mana mulanya sehingga dimana-mana booming batu akik. Sebut saja aturan pemerintah Purbalingga dan Sumatera Selatan yang mewajibkan PNS menggunakan batu akik, ada pula berita menghebohkan penemuan batu akik seberat 20 ton di Aceh yang menjadi rebutan antar warga. Sampai-sampai ada pemberitaan polisi merazia anggotanya sendiri yang menggunakan lebih dari dua batu akik. Bahkan anak kecil pun mulai koleksi batu akik karena mengikuti gaya orang tuanya.

Fenomenalnya batu akik tahun ini dimanfaatkan para pedagang batu akik dari pinggiran jalan hingga ke mall-mall di kota besar. Batu akik sendiri sebenarnya sudah lama menjadi bahan incaran para kolektor. Namun sejak pemberitaan media secara besar-besaran akhirnya gila baru akik bisa meledak dimana-mana. Dari anak SD hingga para pejabat tergila-gila dengan batu akik.

jagung ketan2Booming batu akik tidak bisa lepas dari peran media. Media mempunyai peran besar dalam membuat suatu opini di masyarakat. Dengan media, dari barang yang tidak laku dijual sehingga bisa dijual, dari berita yang tidak dikenal menjadi sangat terkenal, dari yang awalnya biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Itulah peran media, mempunyai beberapa fungsi yang diantaranya adalah menginformasikan dan mempengaruhi.

Lantas bagaimana dengan kabar bisnis jagung yang tidak terdengar berita-beritanya? Apakah peran media belum sampai di telinga para awak media? atau apakah jagung tidak menjual seperti batu akik? Jika memang jagung kurang menarik seperti batu akik, lantas bagaimana caranya membuat jagung menarik seperti batu akik?

jagung ketan3

Batu akik mempunyai banyak ragam dan warna karena berasal dari bahan, tempat dan pengaruh lingkungan yang berbeda-beda. Para kolektor cukup mencarinya, menentukan jenisnya, membentuk sesuai keinginan pasar dan menjual semahal-mahalnya. Begitu juga dengan jagung yang mempunyai ragam cukup banyak, mulai dari jagung pipil untuk industri pakan ternak, jagung manis untuk sayuran dan konsumsi bakar atau rebus, jagung pigeon untuk pakan burung, jagung pop corn untuk makanan ringan hingga jagung ketan yang pulen dan manis cocok sebagai pengganti beras.

Semuanya mempunyai nilai ekonomis tinggi jika rantai agribisnis dari produksi hingga pemasaran bisa dikenalkan melalui media massa. Dari media seharusnya petani tahu bagaimana peluang baru dalam budidaya jagung, sedangkan dari sisi pasar, media bisa mempromosikan terkait produk-produk dari aneka olahan jagung. Ketika para konsumen tahu tentan manfaat suatu produk, maka permintaan dapat meningkat sehingga petani semakin bergairah untuk budidaya.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.