IMG_20141124_100351Sumber: Trias Politika, 01-15 Oktober 2014 (Lanjutan : Benih Unggul Karya Anak Bangsa)

Ditanya perbandingan kualitas benih lokal dengan benih asing, Junaidi menjelaskan, tidak ada negara yang hebat di semua jenis varietas. Ada satu negara unggul pada tomat, negara lain hebat pada cabai. Jadi, setiap negara punya keunggulan tertentu. Tapi tidak ada negara yang hebat pada semua varietas. “Soal kemampuan otak sama saja,” kata Junaidi. Buktinya, mereka yang kerja di perusahaan perbenihan asing juga putra Indonesia.

Kata Junaidi, petani ‘wasit’ yang netral. Silahkan tanya para petani, bagaimana mereka menggunakan benih lokal dan asing. Tapi yang jelas diberbagai ajang perlombaan benih, produk nasional kerap jadi juara. Jadi, sangat keliru bila ada ungkapan bahwa produk benih unggul hanya dikuasai asing lantaran memiliki teknologi tinggi.

Teknologi dan lahan penelitian milik putra daerah malah ada yang lebih hebat dari asing. Karenanya, Junaidi sangat menyayangkan isu yang dibombardir, seolah-olah asing yang hebat, nasional dibawah standar. Isu ini, kata Junaidi disebarkan untuk menguasai pasar. Sebetulnya, tahun 80-an sudah mulai ada usaha perbenihan nasional.

Kala itu, ada pemikiran bahwa urusan benih, biar petani sendiri yang mencari. Pengembangan usaha benih nasional masih lesu karena petani merasa mahal membeli benih. Namun pada tahun 2000 ke atas mulai ada perhatian pemerintah bahwa petani harus didorong, menggunakan benih unggul untuk menaikkan mutu dan produksi. Pemerintah juga menerapkan berbagai kebijakan untuk membangun industri perbenihan.

Pelaku usaha perbenihan daerah menggeliat dengan tumbuhnya para penangkar. Junaidi mengingatkan pihak perbankan nasional agar tidak terlalu mengagungkan perusahaan benih asing, lalu menganggap usaha benih nasional dibawah standar. Tadinya perbankan nasional tidak mengerti prospek perbenihan. Lalu mereka menanyakan ke perusahaan benih asing, mendapat informasi bahwa putra-putra daerah belum bisa membangun industri perbenihan, karena ini menyangkut tingginya teknologi.

Informasi yang disebarkan, perusahaan lokal belum bisa bersaing dengan asing. Bisa saja orang perbankan termakan isu, sehingga perbankan menangguhkan penyaluran kredit pada perusahaan benih lokal. Kata Junaidi, hal itu keliru.

Putra daerah juga sudah pintar menghasilkan varietas bagus. Buktinya varietas domestik sudah banyak yang ekspor. Tidak mungkin laku terjual diluar negeri, kalau hasilnya tidak bagus.

“Intinya, kita tidak kalah dengan asing. Isu bahwa asing lebih hebat karena jago dalam hal teknogi sengaja diembuskan untuk menguasai pasar. Pasar benih sangat prospektif, jadi banyak yang mengincar,” kata Junaidi.

BACA LAINNYA

2 Response Comments

  • Yusup23/10/2016 at 6:40 pm

    Dimana mendapatkan benih lokal sayuran yg baik? Adakah yg seputaran Jogja. Kami sedang belajar berkebun di kebun Martani Labasan.

    Reply
    • Admin24/10/2016 at 2:59 pm

      Informasi marketing Benih Pertiwi di Jogya bisa menghubungi langsung Bp. Hasan 081335719808 ya pak. Tks

      Reply

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.