img952Sumber: Agroindonesia, vol/IX, no.520, 4-10 November 2014

Varietas Pak Tiwi-1 adalah salah satu produk benih milik PT. Agri Makmur Pertiwi (AMP). Saat ini PT. AMP bisa dikatakan sebagai satu-satunya perusahaan benih nasional yang dikembangkan secara menyeluruh mulai dari penelitian, produksi hingga pemasaran.

Junaidi Sungkono, Direktur Utama PT. Agri Makmur Pertiwi mengatakan, AMP didirikan sebagai penyeimbang perusahaan-perusahaan benih multinasional. Pasalnya, meski Indonesia dikenal sebagai negara agraris namun perkembangan perusahaan benih masih banyak dikendalikan oleh perusahaan multinasional.

“kita jadi penyeimbang yang bertekad untuk menguntungkan petani mulai dari harga benih, mutu produk, jaminan ketersediaan, maupun variasi pilihan benih,” katanya.

Selain padi, varietas benih lain yang dihasilkan adalah jagung manis (Jambore, Talenta, Eksotik), sayur sayuran seperti timun, cabai, semangka, oyong, paria, melon, kangkung dan bayam. Hingga saat ini, AMP telah menghasilkan sedikitnya 75 varietas dengan 40 varietas telah mendapatkan sertifikat perlidungan varietas tanaman.

“Produk benih jagung kita memiliki kelebihan, yaitu tahan penyakit, potensi produksi mencapai 13 ton/ha secara potensi, rata-rata di Kabupaten Kediri sekitar 8-9 ton/ha.” kata pria kelahiran Singkawang, Kalimantan Barat.

Perusahaan yang mulai berdiri sejak tahun 2009 ini didukung sekitar 30 peneliti berpengalaman. Berpusat di Desa Sambirejo, Kec. Pare, Kediri, AMP memiliki sedikitnya 30 hektar lahan riset yang terbagi menjadi lahan riset pada dataran tinggi, menengah dan rendah dengan pengembangan pada komoditas hortikultura, tanaman pangan, jagung manis dan jagung pakan.

Dengan modal riset, produksi dan mutu yang dimiliki, Junaidi yakin mampu menghadapi persaingan bisnis benih di Indonesia dan masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 mendatang.

“Kita harus optimis menghadapi pasar bebas. Tapi sebelum memasuki negara lain, kita harus jadi tuan rumah dulu di negara sendiri,” katanya.

Sementara itu, saat menjawab pertanyaan dari petani pengguna produk Pak Tiwi-1 terkait jamur dan rasa nasi, Junaidi mengatakan bahwa keunggulan padi Pak Tiwi-1 adalah hemat pupuk.
Padi Pak Tiwi-1 dapat hemat 25% dari pemupukan normal yang biasanya diberikan petani. Artinya Pak Tiwi-1 tidak perlu dipupuk N dosis tinggi berlebih. Jika penggunaan dosis pupuk N terlalu tinggi, selain boros pupuk, tanaman juga rentan penyakit. Pemupukan padi Pak Tiwi-1 tidak boleh berlebih. Tentunya jika petani mengikuti standar penanaman padi Pak Tiwi-1, tanaman lebih sehat, lebih hemat pupuk dan menguntungkan petani.

Terkait dengan rasa nasi Pak Tiwi-1 yang kurang pulen, Junaedi memberikan tips praktisnya yaitu cukup menambahkan air lebih banyak 25-50% dari biasanya. Menurut Jun, jika biasanya memasak nasi menggunakan air satu ember, maka untuk beras Pak Tiwi-1 perlu ditambahkan 25-50% lebih banyak. Pasti nasi akan lebih pulen.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.