IMG_3343 - CopySumber: Swadaya. Edisi 47 – Juli 2015

Bupati Pringsewu Hj. Sujadi, memberikan penilaian positif terhadap kegiatan panen raya jagung yang dilakukan Kelompok Tani Sumber Rejeki 3, Pekon (Kampung) Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu, Lampung. Pengembangan jagung yang dilakukan oleh kelompok tani tersebut, tak lain sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan strategis, padi, jagung, dan kedelai.

“Pemerintah daerah akan terus mendorong langkah petani dalam upaya pengembangan tanaman jagung, sehingga produksi jagung di Kabupaten Pringsewu akan terus meningkat,” tegas Bupati, pada acara panen raya jagung, di lokasi tanaman jagung milik Kelompok Tani Sumber Rejeki 3, Pekon Srikaton.

Selama ini, lanjut Bupati, persoalan yang dihadapi petani dalam mengembangkan tanaman jagung diantaranya adalah gangguan penyakit bule. Dia sangat mengapresiasi keberhasilan PT. Agri Makmur Pertiwi mengembangkan benih jagung Pertiwi 3 yang tahan dari serangan bule. Sehingga mampu memberikan solusi untuk meningkatkan produksi jagung dengan benih jagung yang tahan dari serangan bule.

Sumardi adalah seorang anggota kelompok tani Sumber Rejeki 3 mengaku jagung jenis Pertiwi 3 hasilnya cukup bagus. Jagung jenis ini mempunyai kelebihan dibanding jenis jagung yang lain, diantara kelebihan Pertiwi 3 adalah tahan penyakit bule, tongkol buahnya besar, tonase hasil sekitar 11.5 ton per hektare (Ha), harga bibit jagung relativ murah dibanding jenis jagung lain.

Selain tahan bule dan buahnya besar, jagung jenis pertiwi 3 juga dapat dipanen tebon yakni tanaman jagung dipanen disaat berumur 75-80 untuk pakan ternak. Tebon dijual keperusahaan penggemukan sapi, karena jagung jenis ini menurut informasi selain batangnya tidak keras juga kandungan nutrisinya bisa memenuhi kebutuhan nutrisi sapi, bila dibanding jenis jagung lain.

“Kami pilih Pertiwi 3 karena tahan penyakit bule. ini penyakit bule menjadi masalah petani dalam setiap menanam jagung. Akibatnya petani selalu merugi karena produksi jagung tidak maksimal” Ungkap Sumardi. (Supriyanto)

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.