img_2973-copy

BENIHPERTIWI.CO.ID – Permasalahan yang sering mengganggu di lahan adalah pertumbuhan gulma diantara tanaman utama. Kehadiran gulma dapat mengurangi asupan pupuk dan cahaya matahari, gulma juga dapat menjadi inang bagi penyakit tanaman.

Meski terlihat sepele, nyatanya gulma bisa menjadi momok terhadap penyebaran penyakit dan menurunnya hasil panen.

Struktur tanah menjadi keras juga kerap terjadi ketika tanah terbuka dan mendapat panas matahari. Padahal untuk dapat berkembang secara optimal, tanaman membutuhkan struktur tanah gembur dan sirkulasi udara yang cukup.

Oleh sebab itu, diperlukan penutup tanah atau mulsa yang mampu menekan perkembangan gulma sekaligus dapat mengurangi evaporasi atau penguapan tanah, menjaga unsur hara dari pencucian, menjaga kelembaban dan struktur tanah.

Mulsa bisa dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. mulsa plastik
  2. mulsa alami.

Pada umumnya mulsa  plastik berupa mulsa plastik hitam perak. Sedangkan mulsa alami biasanya menggunakan sisa jerami padi, sisa tanaman jagung atau sisa tanaman sebelumnya.

Kedua jenis mulsa tersebut sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan. Mulsa plastik mempunyai keunggulan pemasangan praktis, bisa digunakan berulang, mulsa perak juga dapat mengusir hama yang biasa bersembungi dibalik daun. Sedangkan kelemahannya, tanaman bisa kepanasan ketika cuaca terik, beban biaya produksi diawal tanam lebih besar karena untuk pembelian mulsa, pemasangan dan pembuatan lubang tanam.

Mulsa alami relatif lebih hemat karena menggunakan bahan sisa, selain itu mulsa alami dapat lapuk dan bisa menjadi bahan organik alami bagi tanah. Namun kelemahannya, penggunaanya hanya sekali pakai, tidak bisa berulang seperti mulsa plastik dan terkadang gulma masih bisa tumbuh diantara mulsa.

Selain itu pada musim hujan, mulsa plastik tidak dapat menyerap air. Meskipun hujan, bedengan tidak mendapat air hujan secara langsung, kecuali saat hujan besar yang bisa menggenangi bedengan. Sedangkan mulsa alami masih bisa menyerap air hujan meski dalam kondisi hujan ringan.

Pemasangan Mulsa Plastik

Pemasangan mulsa plastik dapat dilakukan menggunakan beberapa cara, yaitu secara manual dan menggunakan mesin. Agar mulsa dapat terpasang kencang dan tidak kendor, Secara manual mulsa dipasang pada siang hari disaat panas terik. Pada pinggir mulsa kemudian diberi pasak bambu berbentuk U agar posisi mulsa lebih kencang.

Sedangkan pada pemasangan mulsa plastik menggunakan mesin, mulsa dibentangkan dan ditarik menggunakan mesin.  Secara otomatis pembentangan mulsa sekaligus mengikat pinggir mulsa dengan tanah. Sehingga mulsa dapat terpasang dengan kuat dan kencang. Berdasarkan mekanisasi.litbang.pertanian.go.id pemasangan mulsa menggunakan mesin dapat menghemat biaya hingga 37%.

Lubang tanam bisa dibuat menggunakan bekas kaleng berdiameter 8-10 cm. Sebelumnya lubang tanam diukur menggunakan tali ukur, kemudian mulsa diberi tanda menggunakan spidol pada tiap lubang tanam. Kaleng dipanaskan menggunakan arang sehingga dapat melelehkan lembaran mulsa.

 

img_1938-copy

img_2977-copy

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.