sawi sendok1

Contoh Kemasan Sayuran

BENIHPERTIWI.CO.ID – Sebagai mahluk hidup, sayuran juga melakukan proses respirasi dengan menyerap Oksigen (O2) dan mengeluarkan Karbondioksida (CO2). Setelah panen, sayuran masih melakukan proses respirasi dan nampak pada kesegaran sayuran. Kecepatan penurunan tingkat kesegaran  berbeda antar jenis sayuran, ada yang cepat dan ada pula yang lambat.

Misalnya saja, sayuran jenis rimpang atau umbi-umbian mempunyai tingkat kesegaran lebih lama dibandingkan sayuran daun atau buah. Wortel dapat disimpan lebih lama dibandingkan sawi. Atau bawang lebih tahan simpan dibanding jagung manis.

Yang perlu diperhatikan  bahwa kualitas sayuran tidak dapat ditingkatkan tapi hanya dapat dipertahankan. Penurunan tingkat kesegaran tidak bisa dihentikan, namun hanya bisa diperlambat. Oleh sebab itu prinsip pengemasan lebih ditujukan untuk melindungi sayuran dari kerusakan akibat mekanis (benturan), suhu (panas) dan  fisiologis (memperlambat  penuaan).

Pengemasan merupakan salah satu cara untuk membuat kualitas sayuran bertahan lebih lama. Pengemasan juga dapat membuat sayuran mempunyai nilai tambah dari sisi estetis dan citra produk sehingga pengemasan dapat dimanfaatkan pula sebagai bahan promosi.

Jika kita lihat sayuran atau buah di supermarket dan pasar tradisional, untuk kelas produk yang sama-sama hasil panen konvensional (non organik dan non hidroponik) hampir bisa dipastikan bahwa harga jual di supermarket lebih mahal dibandingkan pasar tradisional. Terlepas dari biaya operasional di supermarket lebih tinggi dibandingkan pasar tradisional, perlu diakui semua sayuran di supermarket berkualitas, baik dari segi ukuran, rasa, hingga tampilan pengemasan.

Melakukan sortir pada saat panen dapat meningkatkan nilai tambah, karena produk dengan kualitas A, B dan C dapat dipisahkan dan dilabel dengan harga berbeda. Bandingkan jika satu produk dengan kualitas A, B dan C dicampur menjad satu, harganya pasti lebih murah dibandingkan dengan produk sortir yang sudah jelas antar kualitasnya.

Tanpa sortir, konsumen bisa menawar lebih rendah karena menemukan produk kualitas C diantara produk kualitas A. Sedangkan jika disortir, konsumen akan membeli dengan harga sesuai standar kualitasnya. Tentu harga kualitas A akan berbeda dengan kualitas B atau C, namun konsumen akan lebih puas jika bisa memilih produk yang sesuai antara harga dengan kualitasnya.

Proses sortir pasti akan meningkatkan biaya produksi, namun harga jual dapat lebih tinggi dibandingkan tanpa sortir. Konsumenpun pasti lebih puas membeli sesuai dengan kualitas produknya. BUkankah salah satu hal penting yang perlu dijaga dalam berbisnis adalah kepercayaan dan kepuasan konsumen?

Pengemasan yang baik tanpa sortir bisa jadi berakibat buruk. Hal ini disebabkan karena produk yang busuk jika dicampur dengan produk segar, bisa mempercepat kebusukan produk segar tersebut. Oleh sebab itu sebelum dikemas, hendaknya disortir dan digrading antara produk yang baik dan tidak.

Jangan lupa lakukan pasca panen yang baik untuk meminimalisir kerusakan yang dapat menurunkan kualitas produk.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.