Padi Pak Tiwi-1 Siap Panen (Foto : Wahyu Hidayat)

BENIHPERTIWI.CO.ID – Beras patah setelah gabah digiling itu sudah biasa terjadi dan masih laku, namun kalau bisa beras tetap utuh kenapa harus cari yang patah?

Pada umumnya pasar mencari beras utuh dibandingkan beras patah. Oleh sebab kita perlu mengetahui beberapa penyebab beras bisa patah, seperti berikut ini :

1. Sebelum kita panen perlu mengetahui umur panen sesuai deskripsi, intinya pastikan cukup umur untuk panen.

Jangan latah ikut-ikutan panen seperti tetangga, padahal jenis padi milik tetangga berbeda dan mungkin termasuk jenis genjah.

Jika kita paksa panen seperti mereka, maka akibatnya gabah yang akan digiling masih muda dan bisa patah jika dipaksa digiling.

2. Faktor teknis budidaya seperti terlalu banyak menggunakan pupuk N, maka akan menyebabkan tanaman lebih rapuh, termasuk berpengaruh pada hasil panen yang cenderung lebih ringan. Akibatnya saat digilingpun beras mudah patah.

3. Periode waktu pemupukanpun mesti diperhatikan dan disesuaikan dengan jenis padi itu sendiri. Seperti pada padi Pak Tiwi-1 sebaiknya dipupuk N maksimal umur 45 Hari Setelah Tanam.

Hal ini dikarenakan padi Pak Tiwi-1 mempunyai karakter anakan banyak, sehingga jika terus dipupuk melewati umur 45HST maka anakan terus berkembang.

Sehingga saat gabah paling tua siap panen. Gabah yang baru muncul belum siap panen. Akibatnya saat panen umur gabah tidak merata, gabah muda pun ikut terpanen dan jika digiling bisa patah.

4. Faktor setelan atau pengaturan mesin yang kurang tepat. Seperti pengaturan kecepatan gilingnya terlalu tinggi atau ada masalah pada mesin sehingga proses penggilingan tidak berjalan normal.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.