sawah BENIHPERTIWI.CO.ID – Gulma merupakan tanaman lain yang tumbuh pada areal budidaya tanaman. Biasanya kehadiran gulma dalam bentuk teki-tekian, rumput-rumputan, berdaun lebar dan pakis-pakisan.

Secara alami tanah akan mengalami suksesi menuju keseimbangan alam dimana setiap tanah akan ditumbuhi oleh tanaman yang sesuai dengan syarat tumbuhnya.

Pada awal pertumbuhan vegetatif tanaman masih kecil dan  masih cukup ruang bagi gulma untuk tumbuh dan berkembang.

Setelah melewati fase dimana permukaan tanah tertutup oleh kanopi tanaman utama, maka pengendalian gulma sudah tidak terlalu penting, karena tanaman utama dapat menekan pertumbuhan gulma dan dampak penurunan hasil sudah tidak terlalu berarti.

Artinya agar pengendalian gulma efektif perlu kiranya mengetahui fase kritis perkembangan gulma. Berikut fase awal kritis pengendalian gulma pada padi.

a. Umur 1-2 minggu : Pengendalian gulma yang dapat dilakukan dengan cara pengolahan tanah sedalam 15-20 dengan penggenangan.

b. Umur 2-3 minggu : Pengendalian gulma dengan cara dicabut dengan tangan, kored atau dengan gosrok. Teknik manual ini membutuhkan tenaga kerja dan waktu yang relatif lama namun lebih ramah lingkungan.

Selain pengendalian gulma dengan teknik pengolahan, penggenangan dan secara manual, cara yang lebih praktis dan efisien dalam penggunaan tenaga kerja adalah aplikasi herbisida (jenis-jenis herbisida). Namun dalam penggunaan herbisida ini harus memperhatikan jenis dan waktu aplikasinya.

 

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.