img300Sumber : Metro Kebumen – Jumat, 20 Maret 2015

Benih Irit, Hasil Melejit

Kuwarasan – Hasil panen padi yang melimpah tentu menjadi keinginan semua petani. Kini, keinginan tersebut tak lagi sekedar menjadi impian semata. Ini setelah hadirnya benih padi varietas Pak Tiwi karya PT. Agri Makmur Pertiwi (AMP).

Benih padi unggul tersebut secara resmi dikenalkan kepada petani Kecamatan Kuwarasan, Rabu (18/3) di Balai Desa Wonoyoso.

Pada saat bersamaan, juga dilakukan panen perdana padi varietas Pak Tiwi di lokasi persawahan desa setempat.

Hasilnya sungguh menggembirakan, karena terbukti menghasilkan produktifitas yang tinggi. Dari 100 ubin didapatkan hasil panen sekitar 1.250 ton

Marketing Eksekutif PT. AMP Wilayah Karisidenan Kedu dan Banyumas, Febrianto Setiawan SP menuturkan, bibit padi Pak Tiwi merupakan benih padi dengan produksi tinggi.

“Potensi haisl panen padi Pak Tiwi-1 sekitar 11 ton/hektar dengan masa panen 110 hari setelah tanam,” kata Febri pada acara yang dihadiri ratusan petani di Kecamatan Kuwarasan itu.

Menurut Febri, tingginya produktifitas panen Pak Tiwi-1 karena benih tersebut memiliki sejumlah keunggulan. Diantaranya anakan yang produktif serta bulir padi yang banyak. tak hanya itu, benih Pak Tiwi-1 juga relatif tahan serangan hama. Istimewanya lagi, padi ini juga lebih tahan roboh. Ini sudah terbukti di areal persawahan Desa Wonoyoso dimana banyak padi varietas lain yang roboh sementara tanaman padi Pak Tiwi tetap berdiri kokoh.

“Padi yang tahan roboh tentu menjadi nilai plus bagi petani. Karena berkaitan dengan produktifitas dan kualitas panen. Kalau padi nggak roboh, petani jadi bisa tidur nyenyak kan.” Candanya.

Febri kembali menambahkan, selain memiliki produktifitas tinggi, padi Pak Tiwi-1 juga hemat ongkos produksi. Karena Pak Tiwi hemat pupuk dan hemat benih. Bahkan cukup dua bibit per lubang tanam. Dengan begitu, petani pun bisa menghemat biaya produksi.

Disisi lain, Febri mengakui jika ada varietas padi lain yang memiliki umur panen lebih pendek dibanding Pak Tiwi. Namun dia yakin jika produktivitas padi tersebut masih kalah dengan Pak Tiwi.

“Jarang ada padi yang panennya cepat tapi produktivitas tinggi,” Impuh Febri pada acara yang juga dihadiri Regional Manajer II Jateng, Jabar dan Kalimantan Barat, Yulianto SPT serta PPL UPT Dinas Pertanian dan Peternakan Kecamatan Kuwarasan (adv/has).

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.