BENIHPERTIWI.CO.ID – Salah satu langkah penanggulangan hama penyakit tanaman adalah aplikasi pestisida, yaitu bisa berupa insektisida (hama), fungisida (cendawan), bakterisida (bakteri), akarisida (tungau), rodentisida (tikus). Setiap pestisida mempunyai bahan aktif sesuai kegunaannya masing-masing.

Secara komersil bahan aktif tersebut dikemas dengan merek sesuai perusahaan yang memproduksi. Petani yang tidak mengerti tentang bahan aktif, seringkali terkecoh dengan menggunakan merek berbeda namun bahan aktif sama, tentu kedua bahan tersebut mempunyai fungsi sama.

Pestisida dibedakan berdasarkan cara kerjanya, yaitu pestisida kontak dan sistemik. Pestisida kontak artinya berekasi ketika bersentuhan langsung pada bagian luar tanaman saja. Sedangkan pestisida sistemik akan terserap dan berpengaruh hingga ke dalam organ tanaman.

Pada praktiknya, masalah hama penyakit seringkali datang bersamaan. Sehingga petani melakukan pencampuran pestisida untuk mempercepat aplikasi. Dengan mencampur beberapa jenis pestisida dalam satu larutan bisa menghemat tenaga dan waktu. Namun demikian, salah mencampur bahan kimia dapat berpengaruh terhadap efikasi pestisida tersebut. Karena bisa saja antar pestisida saling mengalahkan sehingga pada akhirnya larutan menjadi netral atau 1+1=0. Oleh sebab itu sebelum mencampur hendaknya mengetahui prinsip mencampur pestisida.

Prinsip dalam mencampur pestisida adalah sebagai berikut :

1. Pastikan bahwa bahan aktif yang dicampur bukanlah bahan aktif yang sama atau segolongan. Hal ini bisa saja mempengaruhi resistensi hama atau penyakit karena terbiasa dengan dosis tinggi. Meski tidak berpengaruh langsung terhadap tanaman, namun mencampur pestisida dengan bahan aktif yang sama hanya akan memboroskan biaya produksi.

2. Salah satu tanda dua jenis bahan aktif bisa dicampur adalah dapat merata dan tidak menghasilkan endapan. Dengan demikian, campuran pestisida tersebut dapat digunakan. Jika tidak tercampur merata atau muncul endapan, maka bisa menyumbat sprayer. Sebaiknya pestisida tidak dicampur dan diaplikasikan secara bergantian.

3. Mencampur dua bahan pestisida yang mempunyai cara kerja sama juga dapat memboroskan karena jika dianalogikan seperti 1 + 1 = 1. Misalnya pestisida sistemik dengan sistemik sebaiknya tidak dicampur. Jika ingin mencampur sebaiknya pestisida yang berbeda cara kerja misalnya sistemik dengan kontak.

4. Agar semua bahan larutan pestisida tercampur merata.  Larutkan bahan pestisida dari yang sulit larut terlebih dahulu, seperti bentuk granule, kemudian bubuk atau powder, baru kemudian larutan.

Selain itu mencampur pestisida dengan pupuk daun juga tidak direkomendasikan, karena dapat menurunkan efikasi pestisida. Pada dasarnya pestisida bersifat asam, sedangkan pupuk daun bersifat basa. Sehingga jika dicampur akan menjadi netral dan pupuk daun menjadi tidak berfungsi seperti mestinya.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.