img953Sumber: AgroIndonesia, Vol IX, No.520, 4-10 Nov 2014

Para Petani di Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, Tulung Agung Tampak Sumringah. Bagaimana tidak, hamparan padi seluas 50 hektar (ha) yang mereka rawat sejak 107 hari lalu telah siap untuk dipanen.

Selain itu, produktivitasnya pun sangat tinggi mencapai 11 ton/ha. Angka ini tentu jauh diatas rata-rata produksi padi nasional yang hanya sebesar 5.1 ton/ha.

“Ini semua berkat varietas yang kami tanam. Sejak tiga musim tanam ini kami menggunakan varietas padi Pak Tiwi-1,” jelas Karidi, Ketua Kelompok Tani Sria Asih sebelum memulai acara Labuh massal dan Panen Raya Padi Pak Tiwi-1, pekan lalu.

Menurut Karidi, awalnya tidak menyangka hasil panennya bagus. Sebab, sebelum menggunakan varietas Pak Tiwi-1, padi sawah di Desa Grendeng selalu gagal panen akibat wereng. Beberapa varietas dicoba, namun hasilnya tak menggembirakan. Lahan persawahannya tetap ludes diserang hama wereng.

“Saat itu, kami punyai semboyan Sing Penting Panen (yang penting panen). Karena itu, saat diberikan benih padi yang katanya tahan wereng dan mempunyai produktivitas tinggi kami mau menanamnya,” katanya.

Meski awalnya ragu, namun dengan tekad kuat untuk bisa panen, Karidi dan teman-temannya menanam padi Pak Tiwi-1. Hasilnya pun luar biasa. Dengan Sistem tanam yang berbeda, Karidi mampu mendapatkan produksi padi antara 9-11 ton/ha.

“Kelompok kami menggunakan tiga sistem tanam yaitu tegalan atau ubinan yang produksinya mencapai 9.63 ton/ha, dengan sistem SRI kami bisa panen 11.9 ton/ha dan dengan sistem jejer legowo kami bisa panen 11.4 ton/ha. Angka ini lebih tinggi dibandingkan hasil panen kami menggunakan varietas sebelumnya yang hanya sebanyak 6 ton/ha,” katanya.

Bupati Tulung Agung, Syahri Mulyo mengatakan pada tahun 2013 produksi padi yang dihasilkan di Kabupaten Tulungagung mencapai 304.000 ton dari areal tanam seluas 50.000 ha atau 192.000 ton beras. Jumlah penduduk Tulungagung 1.048.472 jiwa maka yang diperlukan konsumsi beras sejumlah 99.500 ton.

“Dengan kondisi itu, Tulung Agung mampu surplus beras sebesar 92.500 ton. Hal ini menjadikan Kabupaten Tulung Agung sebagai salah satu daerah penyangga stok pangan Provinsi Jawa Timur,” Tegas Bupati.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.