BENIHPERTIWI.CO.ID – Secara garis besar ada 12 jenis pupuk yang dibutuhkan tanaman. Pupuk tersebut dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu pupuk makro dan mikro. Pupuk makro merupakan pupuk yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar dan harus tersedia, sedangkan pupuk mikro merupakan pupuk yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil.

Pupuk Makro terdiri dari 6 jenis unsur, yaitu

Nitrogen (N),
P (Fosfor),
K (Kalium),
Mg (Magnesium),
Ca (Calsium),
S (Sulfur).

Sedangkan pupuk mikro terdiri dari 6 jenis unsur, yaitu

B (Boron),
Cu (Cuprum),
Fe (Besi),
Mn (Mangan),
Zn (Seng),
Mo (Molibdenum).

IMG_2996 - Copy

Pupuk makro bisa diibaratkan sebagai nasi atau sumber karbohidrat pada manusia, harus tersedia dalam jumlah besar dan dikonsumsi sebagai makanan utama. Sedangkan pupuk mikro diibaratkan seperti vitamin, meskipun dibutuhkan dalam jumlah kecil, pupuk mikro mempunyai peran penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme tanaman dan terbukti dapat meningkatkan produktivitas.

Pemberian pupuk makro dan mikro dapat melalui akar, daun dan batang. Penyerapan pupuk utama melalui akar, namun sebenarnya daun juga bisa menyerap pupuk pada waktu tertentu. Misalnya waktu efektif pemberian pupuk daun adalah pada pagi atau akhir siang hari. Tidak semua bahan pupuk dapat diserap dengan mudah melalui daun, terutama untuk pupuk makro. Selama ini pupuk daun biasanya berasal dari pupuk mikro yang dibutuhkan dalam jumlah kecil.

Secara alami kebutuhan pupuk makro dan mikro sudah tersedia lengkap pada kompos, pupuk kandang atau bahan organik yang sudah terurai, namun jumlah kandungan unsurnya sangatlah sedikit. Sehingga jika hanya menggunakan pupuk kandang, maka perlu pupuk kandang dalam jumlah besar. Berbeda dengan pupuk kimia yang biasa digunakan, seperti UREA, SP36 dan KCl. Setiap jenis pupuk hanya memiliki unsur tunggal namun dalam jumlah besar, seperti Urea hanya mempunyai kandungan Nitrogen, SP36 dengan kandungan Fosfor dan KCl dengan kandungan Kalium.

Penggunaan pupuk kimia sintetis harus sesuai dengan dosis yang dibutuhkan tanaman. Jika kelebihan dosis, akibatnya tanaman akan mengalami keracunan dan bisa mati. Berbeda dengan pupuk organik yang jika digunakan secara berlebih malah akan meningkatkan kesuburan. Hal ini disebabkan karena pupuk organik tidak hanya mengandung unsur makro dan mikro, namun juga mengandung mikrorganisme yang dapat menjaga keseimbangan proses reaksi dalam tanah.

Penggunaan pupuk organik atau kimia sitetesi memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemupukan menggunakan pupuk kimia sintetis lebih murah dibandingkan menggunakan pupuk organik. Efek dari aplikasi pupuk kimia bersifat jangka pendek, lebih cepat terlihat hasilnya namun juga bisa cepat hilang dari tanah, dibandingkan pupuk organik yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat diserap tanaman, namun bersifat jangka panjang dan dapat meningkatkan kesuburan tanah.

Oleh sebab itu untuk mendapatkan hasil maksimal gunakan selalu pupuk secara bijak dan tepat, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu dan tepat cara.

BACA LAINNYA

3 Response Comments

  • pakancilan05/05/2017 at 9:02 pm

    makasih ilmunya boss.. sangat bermanfaat bagi saya

    Reply
    • Admin08/05/2017 at 8:26 am

      Sip pak,. Terima kasih kunjungannya 😀

      Reply
  • jidd mukhammad15/06/2017 at 9:11 pm

    mantaabb

    Reply

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.