Kemranjen - Hama wereng mengganas di area pertanian padi Desa Sirau Kecamatan Kemranjen. Kondisi tersebut mengancam petani, karena masa panen diperkirakan November mendatang.

Kemranjen – Hama wereng mengganas di area pertanian padi Desa Sirau Kecamatan Kemranjen. Kondisi tersebut mengancam petani, karena masa panen diperkirakan November mendatang.

Sumber : Harian Banyumas, 14/10/2014

Kades Sirau, Agus Sumantri mengatakan, serangan wereng tersebut sudah mulai merusak tanaman. Utamanya jenis tanaman tidak tahan wereng yang banyak ditanam petani. “Kalau tanaman padi yang tahan wereng seperti Pertiwi, itu tidak ikut terserang,” terangnya, kemarin.

Dikatakan, area persawahan di Sirau seluas 225 hektare. Sepertiga di antaranya, sejauh ini sudah panen. Sementara sisanya baru mulai berbuah, sehingga masa panen diperkirakan pada November mendatang. “Karena dulu waktu tanam terkena luapan banjir sungai, makanya harus dilakukan tanam ulang jadi sekarang belum panen,” kata dia.

Selain itu, telatnya masa panen juga dipastikan mengalami keterlambatan masa tanam Oktober-Maret. Sebab menurut Agus Sumatri, masa tanam baru akan dimulai Desember mendatang.

Berkaitan dengan itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dinpertanbunhut) Banyumas, Tjutjun Sunarti Rochidi mengatakan tidak seragamnya masa tanam rawan menimbulkan serangan wereng. “Serangan wereng juga berpotensi lebih lama karena ketika sebagian sudah panen, berpindah ke tanaman lain yang belum panen,” Ujar Tjutjun.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.