Pengemasan jagung manis Talenta (Foto: Samuel AA)

BENIHPERTIWI.CO.ID – Jagung manis termasuk jenis jagung yang dikonsumsi muda atau saat kelobot hijau. Dalam kondisi ini jagung manis tidak bisa disimpan lama seperti halnya jagung pipil yang bisa dikeringkan dan disimpan lama. Jika kelobot jagung manis terlalu tua, maka rasa manis akan berkurang dan biji menjadi keriput.

Salah satu jenis jagung manis yang dikenal mempunyai daya simpan baik adalah jagung manis Talenta dari Benih Pertiwi. Misalnya di pasaran Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, pedagang lebih suka menjual jagung manis Talenta. Hal ini dikarenakan kelobot jagung manis Talenta tahan segar, petani bisa menimbun selama 1-2 hari sebelum dipasarkan. Hal ini berbeda dengan jagung manis lainnya yang mempunyai kelobot hijau pucat seperti jagung tua.

Salah satu pengepul jagung manis di Dukuh Ngablak, Ds. Ngraji, Purwodadi, Grobogan, Nur Muhlisin, mengakui bahwa jagung manis Talenta mempunyai banyak keunggulan dan lebih disuka pasar. Menurutnya sebagai pedagang hanya bisa menuruti kemauan pasar, termasuk jika harga jagung manis Talenta dihargai lebih tinggi dibandingkan jagung manis lainnya.

Pedagang setempat sudah hafal betul ciri khas jagung manis Talenta, seperti warna rambut tongkol coklat pada saat menjelang panen. Berbeda dengan warna rambut tongkol jagung manis lainnya yang putih. Belum lagi tanaman Talenta yang pendek, sehingga tahan rebah dan petani bisa lebih tenang jika sewaktu-waktu ada angin kencang.

Nur Muhlisin & kemasan jagung manis Talenta siap dipasarkan (Foto: Samuel AA)

“Talenta gampang berbuah, rawatan lebih mudah, bobot memenuhi target, di petani bisa ditimbun 1-2 hari, di pasar Purwodadi, Grobogan juga cenderung ke Talenta mas.” ujar Nur Muhlisin, bapak dua anak ini.

“Klobot Talenta kuat dan pasar menghendaki chasing sempurna. Tidak mudah berubah putih, kalau putih seperti jagung layu. Warna kelobot Talenta tetap segar hijau.” jelasnya.

Pengepul jagung manis berusia 47 tahun ini sudah berbisnis jagung manis selama 11 tahun. Awal usahanya adalah ambil benih dari perusahaan yang kemudian hasil panen dari petaninya dipasarkan sendiri. Hingga saat ini omset perhari bisa mencapai 3-4 ton jagung manis untuk pasar lokal. Terkadang juga pengiriman ke luar kota seperti pasar Jakarta, saat moment tertentu seperti tahun baru.

Sebelum menanam Talenta, Nur Muhlisin menggunakan jagung manis Jambore dan kemudian sempat berganti jenis benih selain Talenta, namun ternyata kembali lagi ke Talenta karena pasar lebih memilih Talenta dibandingkan jagung manis lainnya.

Dari usaha berbinis jagung manis Talenta ini, Nur Muhlisin bisa menabung dan membeli tanah. Untuk meyakinkan petani mitra untuk menanam benih yang dibawanya, Nur Muhlisin juga mempunyai lahan khusus percobaan. Sehingga jika ada benih baru dari perusaan benih bisa dibuktikan dulu sebelum dikenalkan ke petani mitranya.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.