ivory avanza

Sumber: Agrina Vol.9-No.202, 14 Mei 2013.
Siapa sangka menanam melon bisa dapat Avanza? Lamito (54 th), petani asal Desa Banjardowo, Kec. Lengkong, Nganjuk, Jawa Timur ternyata bisa.

Mobil Avanza berwarna merah marun yang masih gres itu terparkir di halaman rumah Lamito. “Ini hasil menanam melon Ivory,” tunjuk Lamito dengan semringah sewaktu ditemui agrina beberapa waktu lalu. Tidak hanya mobil yang didapat petani ini tapi juga biaya kuliah anak-anaknya pun bisa terbayar. “Hasil pertama saya buat membiayai anak-anak kuliah, hasil kedua baru saya belikan mobil,” imbuhnya.

Mudah Perawatan.
Lamito baru tiga tahun terakhir ini serius membudidayakan melon. Awalnya, ia mencoba menanam benih lain, tetapi sayang mengalami gagal panen. Baru pada 2011 ia menemukan Ivory, benih melon keluaran PT. Agri Makmur Pertiwi, produsen benih hortikultura di Surabaya, Jawa Timur. “Saya tanam melon Ivory 6000 tanaman, laku Rp. 43 juta,” bebernya dengan bangga.
Varietas Ivory ini cocok dikembangkan di daerah dataran rendah hingga menengah. Daging buahnya berwarna hijau bertekstur keras dan beraroma. Kadar gulanya 10-13brix. Buahnya yang berukuran 2.3-3.5 kg dapat dipanen pada umur 68-69 hari setelah tanam. Potensi hasilnya sebanyak 40-60 ton/hektar.

Puas dengan hasil panen pertama tersebut, Lamito menanam lagi melon Ivory tahun lalu sebanyak 6000 tanaman dan dapat mengantongi Rp. 50 juta. “Tahun 2013 Januari tanam, saya jual bulan Februari akhir untuk 12 Ribu tanamamn laku Rp. 112 juta. Ivory ini enaknya cepat muncul calon buah dan mudah perawatannya. Lebih menguntungkan lagi, yang saya tanam berhasil semua,” tandasnya.

Hasil Berlipat
Biaya produksi untuk menanam 6000 batang (2800 m2), menurut Lamito, sebanyak Rp. 12 juta. Biaya ini dialokasikan ke penyewaaan lahan semusim, pemasangan lanjaran, pengolahan lahan, perawatan (pemupukan dan pengendalian hama penyakit) hingga panen. “Jadi biaya per tanaman sekitar Rp. 2000. Ini untuk satu kali musim tanam selama 4 bulan. Kalau sudah tanam kedua, biaya lebih sedikit tidak seperti tanam pertama,” urainya.

Sedangkan pertanamanan musim hujan biasanya ada tambahan biaya pembelian fungisida sekitar Rp. 1 juta. “Kalau musim kemarau atau bulan ideal 4 (April) dan 5 (Mei) bisa menghemat biaya pestisida dan tenaga kerja, “uajar ayah tiga anak yang segera menanam lagi 12 ribu batang tersebut.

Pemasaran melon, menurut Lamito, tidak sulit karena banyak pedagang besar yang datang langsung ke rumahnya. “Saya tebaskan di sawah karena lebih enak, tidak repot,” sahutnya dengan nada enteng.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.