BENIHPERTIWI.CO.ID – Dalam budidaya melon, saat pindah tanam merupakan salah satu titik kritis fase vegetatif. Pada saat ini seringkali bibit mengalami stress yang diakibatkan kerusakan akar atau perubahan media. Stress ini kemudian dapat mempengaruhi perkembangan tanaman selanjutnya. Ada jeda waktu yang dibutuhkan tanaman untuk pulih kembali dan berkembang secara normal.

Dalam kondisi luka atau lemah, bibit mempunyai risiko terhadap masuknya hama penyakit atau kekurangan asupan nutrisi dan air. Hal ini yang dapat menyebabkan bibit layu atau malah mati.

Untuk menghindari hal tersebut ada cara yang dapat meminimalisir kerusakan atau stress saat pindah tanam. Yaitu gunakan bibit melon dengan umur 6-7 hari, yaitu ketika bibit memiliki dua daun kotiledon yang sudah muncul sempurna dan sebelum daun pertama muncul. Hal ini dapat mengurangi layu atau stress setelah pindah tanam.

Mengapa pada umur tersebut tanaman lebih aman untuk dipindah tanam? Karena dalam pertumbuhan awal bibit hingga umur 6-7 hari, bibit masih menggunakan energi yang didapat dari daun kotiledon, artinya bibit belum membutuhkan asupan nutrisi dari luar atau penyerapan melalui akar. Saat itulah bibit lebih adaptif untuk pindah tanam. Jaga kelembaban tanah saat pindah tanam atau sesudah tanam dengan pengairan yang cukup.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.