IMG_1905 - CopySumber : Radar Tulungagung – Kamis, 2 April 2015

Tulungagung – Produksi beras di Tulungagung mencapai 182 ribu ton beras. Artinya, ketika untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan untuk penduduk Tulungagung yang mencapai 1 juta jiwa, sudah surplus 84 ribu ton. Sebab, setahun hanya membutuhkan 98 ribu ton beras. Dengan kondisi tersebut, maka Tulungagung bisa jadi lumbung dan penyangga pangan di Jawa Timur (Jatim).

Itu terungkap dalam sambutan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo pada acara panen perdana padi Pak Tiwi 1 di Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang bersama dengan Direktur Jendral (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian di Kementerian Pertanian (Kementan).

Syahri menyampaikan, selain setiap tahun surplus beras, prestasi di bidang pertanian cukup bagus. Karena beberapa kali meraih penghargaan tingkat nasional.

Diantaranya, plakat adi bhakti tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan) Harapan Makmur di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, bidang pengembangan produksi pertanian, selain itu masih ada himpunan petani pengguna air (Hippa) Tirta Gunung.

Dengan prestasi tersebut maka menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk menggulirkan bantuan ke Tulungagung. “Dan pada tahun lalu mendapatkan bantuan terbesar di Jawa Timur,” terang mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini.

Syahri berharap dengan kondisi sekarang para petani tidak berbangga dulu. Karena masih perlu meningkatkan produksi pertanian. Dan pemerintah daerah akan terus memberikan bantuan sesuai kebutuhan para kelompok petani.

Ditempat sama, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Sumarjo Gatot Irianto mengaku, tahun lalu Tulungagung mendapatkan bantuan 236 unit, alat panen 20 unit. Itu untuk meningkatkan pertanian di kabupaten ini atas prestasi yang pernah diraih. Bahkan tahun ini, sejumlah bantuan tetap akan digulirkan dan lebih besar pada perubahan APBN. “Kalau Tulungagung bisa mencapai sekitar Rp. 6 miliar itu direncanakan pada perubahan anggaran mendatang,” jelas dia.

Karena itu, dengan bantuan alat pertanian maka petani bisa memanfaatkan untuk kegiatan produksi padi. Oleh sebab itu, jangan sampai mangkrak dan penggunaan secara bergulir bagi anggota gapoktan. (din/and)

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.