Serangan Busuk Batang pada Tanaman Jagung

BENIHPERTIWI.CO.ID – Selain penyakit bulai, ada juga busuk batang yang kerap menjadi momok penurunan hasil hingga kegagalan panen jagung. Busuk batang disebabkan oleh bakteri Erwinia chrysanthemi yang menyerang bagian batang dan menyerang seluruh bagian tanaman termasuk daun yang menghambat distribusi hara dan air. Fase rawan dari serangan busuk batang ini adalah fase pertumbuhan hingga pembungaan.

Parahnya, kerusakan penyakit busuk batang ini tidak bisa diobati dan mudah menular melalui media sekitar tanaman, seperti air, tanah dan serangga. Ciri busuk batang yang disebabkan oleh bakteri adalah perubahan warna pada daun dan batang yang berbeda nyata dengan tanaman terdekatnya. Warna daun dan batang tiba-tiba coklat seperti mengering. Batang berbau busuk dan berlendir, seperti halnya ciri serangan bakteri pada umumnya. Meskipun bisa mudah menular, namun pada awalnya serangan terjadi secara acak pada seluruh area. Oleh sebab itu penanganan penyakit ini harus cepat ditangani agar serangan tidak meluas.

Serangan busuk batang umumnya terjadi pada saat kondisi hujan dengan curah tinggi. Tanaman tergenang, kondisi suhu panas dan lembab, akan menunjukkan tanda pertama serangan yang dimulai dari pangkal batang. Gejala akan cepat berkembang hingga ke seluruh bagian tanaman. Bagian jaringan tanaman yang telah rusak akan mengeluarkan bau busuk hingga tanaman rubuh.

Pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari serangan busuk batang pada tanaman jagung adalah :

  1. Gunakan benih yang tahan terhadap serangan busuk batang, seperti benih jagung hibrida Pertiwi-6 yang mempunyai batang kuat dan tinggi, sehingga memungkinkan lebih tahan terhadap genangan air dan busuk batang.
  2. Kondisikan lingkungan tumbuh yang dapat mengurangi kelembaban tinggi, seperti atur jarak tanam yang tidak terlalu rapat, siapkan saluran drainase atau pembungan air sehingga saat hujan air tidak lama menggenang.
  3. Kurangi penggunan pupuk nitrogen dan tingkatkan penggunaan pupuk P & K agar ketahanan terhadap penyakit lebih kuat.
  4. Hindari irigasi pada saat cuaca terlalu panas.
  5. Pengawasan berkala secara rutin untuk memantau gejala awal serangan.
  6. Putus siklus penyebaran dengan mengubur tanaman sisa panen.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.