BENIHPERTIWI.CO.ID – Jagung dengan nama ilmiah Zea mays mempunyai jenis yang beragam. Dikenal mempunyai banyak kegunaan dan dibutuhkan baik untuk skala rumah tangga hingga industri. Namun demikian, di Indonesia hanya dua jenis jagung yang paling populer dikenal dan dikembangkan yaitu, jagung manis dan jagung pipil.

Pada awalnya, konsumsi rumah tangga biasanya menggunakan jagung pipil muda untuk digunakan sebagai bahan sayur. Namun kemudian setelah jagung manis dikenal secara umum, pola konsumsi jagung pun berubah dimana jagung manis menggantikan posisi jagung pipil dalam konsumsi rumah tangga. Keunggulannya adalah jagung manis mempunyai rasa manis yang khas, sedangkan jagung pipil muda tidak semanis jagung manis aslinya.

Meskipun sama-sama jagung, banyak orang tidak mengetahui bahwa Jagung manis dan jagung pipil mempunyai perbedaan, terutama dari karakter tanaman dan dari sisi pemasaran. Bagi petani pemula yang akan budidaya jagung atau pengguna yang biasa mengggunakan bahan baku jagung, hendaknya mengetahui perbedaan diantara dua jenis jagung ini.

Perbedaan utama adalah umur panen, dimana jagung manis dipanen muda (umur 65-75 HST) sedangkan jagung pipil dipanen tua (>100HST). Karena dipanen muda, jagung manis tidak bisa disimpan lama, akan cepat rusak dan biji keriput. Rata rata jagung manis hanya tahan simpan sekitar 1-3 hari. Sedangkan jagung pipil dipanen tua dengan umur panen lebih dari 100 HST. Dengan dipanen tua, biji jagung lebih keras dan kering, sehingga bisa lebih tahan simpan. Dengan pengeringan dan tempat simpan yang sesuai, daya tahan simpan jagung bisa tahan hingga hitungan tahun.

Bagi petani yang ingin perputaran modalnya cepat, budidaya jagung manis sangat cocok untuk dicoba. Karena dalam waktu dua bulan sudah bisa dipanen. Namun demikian perlu diperhatikan untuk pemasarannya, mengingat sifat jagung manis yang tidak tahan simpan lama. Sehingga sebelum panen, sudah harus siap dengan pembeli dan harus langsung habis terjual setelah panen. Berbeda dengan jagung manis, jagung pipil bisa tahan simpan lebih lama. Jadi jika harga sedang rendah, masih bisa disimpan untuk menunggu harga naik.

Kelebihan budidaya jagung manis selain panen lebih cepat adalah tidak perlu proses pengolahan seperti pada jagung pipil. Dimana jagung pipil membutuhkan pemipilan dan pengeringan agar bisa dijual dengan standar pabrik atau untuk disimpan lebih lama.

Pemasaran jagung manis umumnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga sedangkan jagung pipil untuk memenuhi kebutuhan pabrik. Baik kebutuhan rumah tangga maupun pabrik selalu berkelanjutan sepanjang tahun. Sehingga peluang untuk budidaya jagung manis maupun jagung pipil masih sangat terbuka.

Jika tertarik untuk budidaya jagung manis atapun jagung pipil, selalu gunakan benih dari Benih Pertiwi yang terbukti keunggulannya. Benih Pertiwi tersedia di toko pertanian terdekat dan marketplace online.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.