BENIHPERTIWI.CO.ID – Jagung manis dipanen muda dengan kisaran waktu 60-75an hari, tergantung jenis varietas maupun kondisi lingkungan penanaman. Beberapa faktor yang mempengaruhi seperti tingkat ketinggian tempat, dimana semakin tinggi tempat maka umur panen akan semakin lama. Perbedaan musim hujan dan kemarau juga mengakibatkan perbedaan umur panen, dimana pada musim kemarau umur panen akan sedikit lebih lama dibandingkan saat musim hujan.

Saat jagung manis dipanen muda, jagung manis mempunyai kadar air tinggi sehingga tidak bisa disimpan lama. Kualitas jagung manis ditentukan rasa manis yang berasal dari kadar kandungan gula dalam biji. Sedangkan jika terlambat panen, akan menyebabkan rasa manis berkurang, biji mulai berkerut dan akan terasa lebih keras. Hal ini karena kandungan gula pada jagung manis berubah menjadi pati. Kadar manis akan semakin berkurang bersama dengan umur jagung yang semakin tua.

Umur panen sangat mempengaruhi persentase bagian yang dapat dimakan. JIka terlalu cepat panen, biji yang dihasilkan lebih kecil, sehingga yang dapat dimakan lebih sedikit. Bobotnya juga pasti akan lebih rendah dan akan kurang menguntungkan dari bobot timbangan. Oleh sebab itu penting bagi petani untuk mengetahui umur panen yang tepat, agar bisa menghasilkan rasa manis dan bobot yang optimal dalam waktu yang tepat.

Lantas bagaimana cara untuk menentukan waktu yang tepat? Tentu sebelumnya kita perlu memperhatikan jenis varietas yang ditanam, karena seperti disebutkan diawal bahwa umur panen ditentukan oleh varietas. Perhatikan umur panen di deskripsi varietas, biasanya bisa dilihat dibelakang kemasan benih. Kemudian baru perhatikan faktor lainnya seperti ketingggian tempat dan lainnya.

Salah satu cara paling mudah untuk mengetahui umur yang tepat adalah mencoba langsung jagung manis segar tersebut dengan uji rasa, memperhatikan fisik dan ukuran tongkol tersebut. Salah satu ciri jagung yang sudah siap panen adalah, rambut tongkol mulai mengering, dan tongkol mulai membesar. Namun untuk mengetahui ketepatan antara kemanisan dan bobot memerlukan pengalaman penanaman dilahan setempat. Ambil sampel satu tongkol yg berukuran rata-rata, kemudian perhatikan bagian permukaan biji, apa sudah cukup terisi penuh dan berukuran optimal, kemudian uji rasa untuk melihat tingkat kemanisannya.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.