Hujan di Lahan Jagung

BENIHPERTIWI.CO.ID – Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), musim hujan di Indonesia terjadi pada bulan September dan puncaknya pada bulan Desember 2022 hingga Januari 2023. Salah satu kunci dalam keberhasilan penanaman adalah ketepatan pemupukan. Padahal dipercaya bahwa air hujan mengandung unsur hara seperti Nitrogen yang menyuburkan tanaman. Jika kita tetap memberikan pupuk N pada saat musim hujan apakah efketif? Lantas bagaimana cara pemupukan yang tepat pada saat musim hujan?

Pada saat musim hujan, pemupukan sebaiknya dilakukan dengan cara dipendam / ditugal kemudian ditutup dengan tanah. Hal ini bertujuan agar pupuk tidak tercuci air hujan. Jika pemberian pupuk diberikan dengan ditabur kemudian terjadi hujan, maka pupuk akan mudah hanyut dan hilang terbawa air hujan melalui saluran drainase. Selain itu tidak disarankan pula pemupukan dilakukan melalui pengocoran saat tanah sudah basah, hal ini dikwartikan dapat meningkatkan kelembaban dan memicu pertumbuhan penyakit tanaman.

Air hujan memang mengandung unsur nitrogen yang dapat menyuburkan tanaman, oleh sebab itu penting untuk mengetahui takaran unsur Nitrogen yang dibutuhkan agar tidak berlebihan. Jika pemupukan N berlebih akan menyebabkan dampak seperti : tanaman terlihat subur namun rentan serangan penyakit, tanaman akan fokus untuk pertumbuhan vegetatif dengan memunculkan banyak tunas-tunas baru, sedangkan fase generatif terhambat.

Perhatikan pH tanah, karenan sifat hujan yang asam sehingga memungkinkan terjadi penurunan pH tanah setelah hujan turun. Oleh sebab itu pengecekan pH tanah dan aplikasi dolomit atau kapur tanaman bisa dilakukan untuk mengontrol tingkat keasaman tanah.

Jangan lupa gunakan pupuk majemuk secara berimbang dan berkala sesuai dosis untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam menahan gempuran curah hujan.

BACA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.