Krisis Pangan Mengintai, Siapkan Benih Bermutu Menyambut Musim Tanam

BENIHPERTIWI.CO.ID - Suasana krisis pangan mulai terasa, ketika harga kebutuhan pangan mulai melonjak naik. Menurut data BPS, pada September 2023, harga beras premium terjadi kenaikan sebesar 9,75% dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium naik sebesar 10,55% dibandingkan bulan sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu September 2022, harga beras dipenggilingan pada September 2023 untuk beras kualitas premium naik sebesar 25,83%, beras medium 29,64%.
Kenaikan harga beras, ternyata diiringi dengan kenaikan harga ditingkat petani. Dimana harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sudah mencapai Rp. 8000/kg atau naik 60% dari HPP yang ditetapkan pemerinta yaitu Rp. 5000/kg.
Penyebab Kenaikan Harga
Ada beberapa hal yang menjadi sorotan penyebab kenaikan harga gabah dan beras akhir-akhir ini. Seperti alasan terkuat adalah munculnya fenomena El Nino yang membuat luas panen berkurang, petani tidak bisa tanam seperti biasa karena kekurangan air. Selain itu akses impor yang semakin sulit juga membuat harga beras semakin melambung tinggi.
Tantangan Ke Depan
Tantangan kedepan ancaman lingkungan semakin nyata. Kekeringan ataupun kebanjiran mengancam produksi padi setiap saat. Perubahan cuaca yang tidak menentu, menuntut petani selektif dalam menentukan benih yang harus ditanam. Benih harus peka terhadap cekaman lingkungan, mempunyai produktivitas tinggi dan tahan serangan penyakit.
Salah satu benih padi baru yang mempnyai banyak keunggulan dalam menghadapi cekaman lingkungan ini adalah padi Pak Tiwi-2. Dengan karakter tanaman kokoh membuat padi Pak Tiwi-2 lebih aman dari roboh. Batang kokoh dan keras membuat tanaman menjadi lebih aman dari serangan wereng. Karakter bulir gabah yang besar dan malai panjang membuat produktivitasnya tinggi, dengan potensi 10,3 ton/ha.