Tips Menentukan Umur Panen Melon yang Tepat

BENIHPERTIWI.CO.ID – Buah melon merupakan salah satu buah popular dengan rasa manis dan aroma menyegarkan. Agar mendapat kesegaran dan kemanisan yang optimal, salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalah menentukan umur panen yang tepat.
Nah bagaimana cara menentukan umur panen melon yang tepat? Berikut tips secara umum :
1. Perhatikan umur sesuai dengan varietas melon. Setiap melon mempunyai karakteristik berbeda sesuai dengan deksripsi varietas. Seperti misalnya melon Pertiwi Anvi yang mempunyai umur panen sekitar 60 HST.
2. Net atau jaring sudah terbentuk penuh dan tebal menyelimuti permukaan melon. Melon Pertiwi Anvi sendiri mempunyai keunggulan net rapat dan cepat ngenet dibandingkan varietas melon lainnya.
3. Kulit melon sudah mulai berubah menjadi kekuningan.
4. Sulur tangkai mulai mengering, artinya tanaman sudah tua dan melon sudah siap dipanen.
5. Aroma wangi mulai tercium. Aroma melon seperti Pertiwi Anvi sangat kuat, berbeda dengan melon tahan virus lainnya yang tidak terlalu kuat aromanya.
Pada kenyataannya penentuan umur panen seringkali tergantung permintaan pembeli. Sebaiknya sebelum panen, kenali dulu karakter dari pasar atau pembeli melon kita. Pastikan terlebih dahulu standar panen yang diminta pembeli. Jangan sampai salah dalam menentukan umur panen dan menjadi alasan harga melon rendah.
Idealnya, waktu pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari, sekitar pukul 08.00 – 11.00 secara bertahap, yaitu dengan memilih buah yang benar-benar siap untuk dipanen terlebih dahulu, baru kemudian sisanya dipanen berikutnya. Hal ini untuk mengoptimalkan bobot dan mutu buah melon.
Pada dasarnya panen melon yang terlalu muda menyebabkan melon kurang manis, aroma tidak kuat dan kurang berbobot. Sedangkan jika kita telat untuk memanen akibatnya bisa jadi bermasalah dalam pemasaran. Karena ada juga pembeli atau pedagang melon tertentu yang mencari melon dengan kriteria setengah matang, dengan tujuan agar bisa dikirim jarak jauh atau disimpan lebih lama.
Seperti misalnya, pembeli untuk supermarket biasanya mencari melon dengan grade super namun masih belum terlalu matang, asalkan bobot dan tingkat kemanisan brix sesuai standar. Sedangkan pembeli untuk memasok ke pasar tradisional, umumnya menghendaki melon yang sudah matang dan warna kuning serempak. Tujuannya agar bisa segera didistribusikan dan lebih efisien dalam pengangkutan.
Agar pemanenan bisa serempak dan tidak dilakukan bertahap, petani menggunakan metode etrel untuk mempercepat pematangan. Pengetrelan menggunakan bahan aktif Etefon, yaitu Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang disemprotkan ke buah, sehingga buah melon bisa lebih cepat matang atau kuning serempak.