Penyakit embun tepung menyerang daun melon

BENIHPERTIWI.CO.ID –  Umur melon 40 - 60 HST merupakan masa generative atau masa melon . Pada umur tersebut, tanaman melon rentan mendapat serangan hama penyakit yang menyerang buah melon. Oleh sebab itu kita perlu melakukan pencegahan sebelum terjadi serangan dan segera melakukan pengendalian jika terserang, tujuannya untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi.

#Berikut Daftar Nama Hama Melon Menjelang Panen :

1. Lalat buah :

a. Ciri : Serangan dimulai sejak buah kecil hingga besar, dengan tanda terdapat bekas tusukan yang berwarna hitam kemudian buah menguning dan busuk.

b. Pengendalian : Pemasangan perangkat lalat buah, berbahan aktif metileuganol. Pemasangan perangkap jauh dari lahan, agar lalat yang di dalam lahan bisa keluar dan mendekat ke perangkap. Selain itu pengendalian bisa dengan penyemprotan insektisida dengan bahan aktif sipermetrin.

2. Ulat Penggerek Buah.

a. Ciri : Hama menyerang buah kecil hingga besar. Awalnya pada kulit buah kemudian masuk ke dalam, sehingga buah membusuk.

b. Pengendalian : Memangkas daun yang menempel pada buah. Penyemprotan dengan bahan aktif : metomil, imidaklropid, klorantraniprol.  

#Berikut Penyakit Melon yang Menyerang Menjelang Panen :

1. Embun Tepung

a. Ciri : Menyerang tanaman dewasa. Daun, batang, dan buah melon ditutupi lapisan putih seperti tepung. Daun yang terinfeksi parah akan menguning dan kering. Pertumbuhan tanaman terhambat dan hasil panen menurun.

b. Pengendalian : Kurangi pengairan berlebih, pangkas daun atau cabang yang tidak diperlukan.

Propineb, Mankozeb.

2. Embun Bulu dan Bercak Daun

a. Ciri : Terdapat bercak pada daun, kemudian bercak kelabu, berlubang dan mengering.

b. Pengendalian : Kurangi pupuk yang mengandung N tinggi, pangkas daun yang terkena bercak, perbaiki sirkulasi udara pada daun rimbun, dan penyemprotan menggunakan bahan aktif  Mankozeb, Tembaga Hidroksida, Klorotalonil, Karbenazim, Dimethomorf.

3. Layu Fusarium

a. Ciri : Layu ini disebabkan oleh jamur. Daun tanaman menjadi kuning, seluruh tanaman menjadi layu disiang hari dan seger kembali di sore atau pagi hari.

b. Pengendalian : Rendam benih dalam larutan fungisida yang disarankan untuk membunuh patogen yang mungkin ada pada permukaan benih. Lakukan pemantauan rutin terhadap tanaman untuk mendeteksi gejala awal infeksi.Segera cabut dan hancurkan tanaman yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran penyakit. Hindari irigasi yang berlebihan karena kelembapan yang tinggi dapat memperparah serangan Fusarium

4. Layu Bakteri

a. Ciri : Daun layu satu persatu meskipun daunnya tetap hijau. Akhirnya tanaman layu hingga keseluruhan. Penyakit ini lebih berbahaya daripada layu fusarium, karena penyebarannya sangat cepat dan menyerang ke seluruh tanaman.

b. Pengendalian : pakai pupuk kandang matang, kurangi Urea gunakan Za dengan kandungan N rendah, sebelum semai rendam benih dengan fungisida dan bakterisda. Pengaturan irigasi, jangan sampai ada genangan air di lahan. Cek pH, agar netral tambahkan 10 ton/ha jika tanah pH 4, tanah dengan pH 5 tambahkan 5,5 ton/ha dan tanah dengan pH 4 tambahkan dengan 0,75 ton / ha.

Selain itu untuk pencegahan lainnya, sebaiknya gunakan varietas anti layu. Pengendalian kimia bisa melakukan penyemprotan menggunakan bakterisida dan fungsida.

5. Busuk Pangkal :

a. Ciri : Pada pangkal batang kuning kecoklatan, tekstur berminyak dan berlendir, tanaman layu dan mati. b. Pengendalian : Hindari pengairan berlebih, hindari pengocoran langsung pada lubang tanaman jika tanaman lebih dari dua minggu, kurangi pemupukan N yang tinggi, oleskan batang yang terserang dengan bahan aktif mankozeb.