Membuat Pupuk NPK secara Organik

BENIHPERTIWI.CO.ID – Pupuk NPK organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti sisa-sisa tumbuhan, kotoran hewan dan bahan organik lainnya. Pupuk ini mengandung tiga unsur hara utama yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K) yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Pupuk ini berbeda dengan pupuk NPK sintetis karena berasal dari bahan-bahan organik dan alami. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat pupuk NPK organik:
#Bahan-Bahan yang Dibutuhkan :
Sumber Nitrogen (N) :
Kotoran hewan (ayam, sapi, kambing)
Sisa tanaman hijau (daun, rumput, gulma)
Limbah dapur (sisa sayuran, kulit buah)
Sumber Fosfor (P) :
Tepung tulang
Abu sekam
Kotoran unggas yang telah dikomposkan
Sumber Kalium (K) :
Abu kayu
Kulit pisang
Batang pisang
Bahan Pendukung :
Air
Em4 (bakteri pengurai)
Molases atau gula merah (untuk mempercepat proses fermentasi)
#Persiapan Bahan-Bahan :
Kumpulkan semua bahan yang diperlukan.
Cacah atau potong-potong bahan organik besar menjadi ukuran yang lebih kecil untuk mempercepat proses dekomposisi.
#Pembuatan Kompos Dasar :
Buat lapisan pertama dengan sisa tanaman hijau atau rumput.
Tambahkan lapisan kotoran hewan di atasnya.
Ulangi lapisan-lapisan ini sampai mencapai tinggi sekitar 1 meter.
Setiap lapisan harus diberi air secukupnya untuk menjaga kelembapan.
Tambahkan molases atau gula merah yang sudah dilarutkan dalam air untuk mempercepat fermentasi.
Semprotkan Em4 ke seluruh lapisan.
#Penambahan Sumber Fosfor dan Kalium :
Setelah dua minggu, tambahkan tepung tulang sebagai sumber fosfor. Campurkan tepung tulang ke dalam kompos dasar.
Tambahkan juga abu kayu atau kulit pisang sebagai sumber kalium. Pastikan abu kayu yang digunakan adalah abu kayu alami tanpa campuran bahan kimia.
#Pengomposan dan Pembalikan :
Biarkan tumpukan kompos selama 4-6 minggu.
Lakukan pembalikan kompos setiap minggu untuk memastikan proses dekomposisi berjalan merata dan menghindari pembentukan bau.
Pastikan kelembapan tetap terjaga dengan menambahkan air jika diperlukan.
#Pengayakan dan Penyimpanan :
Setelah 6-8 minggu, kompos akan berwarna cokelat tua dan tidak berbau.
Ayak kompos untuk memisahkan bahan yang belum terdekomposisi sepenuhnya.
Simpan kompos yang sudah jadi dalam karung atau wadah tertutup hingga siap digunakan.
#Penggunaan Pupuk NPK Organik Pupuk NPK organik dapat digunakan pada berbagai jenis tanaman, baik sayuran, buah-buahan, maupun tanaman hias. Aplikasikan pupuk dengan cara menaburkannya di sekitar pangkal tanaman atau mencampurkannya ke dalam tanah sebelum penanaman. Dosis penggunaan disesuaikan dengan jenis tanaman dan kondisi tanah, namun secara umum sekitar 1-2 kg per meter persegi lahan.