Farm Field Day Jagung Pertiwi 5 di Sumalata, Gorontalo Utara

BENIHPERTIWI.CO.ID – Jagung Pertiwi 5 terbukti tahan dan produksi maksimal di lahan kritis. Kali ini jagung Pertiwi 5 ditanam di lahan gunung, dengan karakter berbatu dan minim pemupukan.

Keunggulan jagung Pertiwi 5 milik Acong tersebut disaksikan secara langsung oleh para peserta acara Farm Field Day (FFD) Jagung Pertiwi 5, di Dsn. Ladapa, Ds. Bulontio Timur, Kec. Sumalata, Kab. Gorontalo Utara (25/9/24). Acara dihadiri oleh Dinas Pertanian Kabupetan Gorontalo Utara, Kepala Desa Bulontio Timur, Koordintor Penyuluh Pertanian di Sumalata, beserta Petani sekitar Sumalata.

Peserta tampak sangat antusias dan bersemangat untuk melihat performa Jagung Pertiwi 5. Seluruh peserta menuju areal penanaman dengan berjalan kaki.  Padahal lahan jagung Pertiwi 5 dan panggung acara terletak cukup berjauhan, bahkan perlu melepaskan alas kaki karena harus melewati anak sungai. Namun lelah berjalan kaki bisa terbayar setelah melihat performa jagung Pertiwi 5 dengan tongkol yang seragam.

Peserta FFD Jagung Pertiwi menuruni anak sungai menuju lokasi panen.

Menurut Bp. Hanafi sebagai perwakilan dari Dinas Pertanian Kab. Gorotalo Utara, “Ini saya lihat langsung, di lahan ini sangat bagus sekali. Walaupun diatas bebatuan dan minim pemupukan. Menurut petani hanya sekali pemupukan”

“Tanaman Pertiwi 5 tumbuh di tanah kritis tapi mampu untuk memberikan sumbangsih hasil produksi jagung yang ada di Dusun Ladapa, Ds. Bulontio Timur, Gorontalo Utara.” Jelas Hanafi dalam sambutan acara. Sedangkan menurut Kepala Des. Bulontio Timur, hasil produk jagung Pertiwi bisa menghasilkan 13 ton per ha jika pemupukan sesuai standar 2-3 kali pemupukan, namun kondisi pupuk kurang saja sudah bisa menghasilkan  7-8 ton per ha.