Tanaman kubis terserang akar gada, pembentukan crop terhambat.

BENIHPERTIWI.CO.ID - Tanaman kubis (Brassica oleracea) merupakan salah satu sayuran penting di Indonesia, terutama di daerah dataran tinggi. Namun, produktivitas dan kualitas kubis sangat rentan terhadap serangan berbagai hama dan penyakit. Jika tidak dikendalikan dengan baik, ancaman ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi petani.

Penyakit akar gada (Plasmodiophora brassicae) adalah salah satu penyakit paling merugikan yang menyerang tanaman keluarga Brassicaceae, termasuk kubis, brokoli, kembang kol, dan sawi. Penyakit ini disebabkan oleh patogen tanah berupa jamur lendir (plasmodiophoromycete) yang menyerang sistem akar tanaman dan menghambat penyerapan air serta nutrisi.

Gejala Penyakit Akar Gada

Gejala utama penyakit ini adalah terbentuknya pembengkakan abnormal pada akar, menyerupai gada atau tumor akar. Pembengkakan ini mengganggu fungsi normal akar, sehingga tanaman menunjukkan gejala seperti layu, terutama saat cuaca panas, pertumbuhan terhambat dan kerdil, daun menguning. Pada kasus berat, tanaman mati sebelum panen. Gejala umumnya lebih mudah dikenali saat mencabut tanaman dan melihat akarnya.

Penyebab dan Penyebaran

Penyakit akar gada disebabkan oleh Plasmodiophora brassicae, patogen yang dapat bertahan lama di dalam tanah sebagai spora istirahat, bahkan hingga lebih dari 10 tahun. Penyebaran penyakit ini dapat terjadi melalui tanah yang terkontaminasi, air irigasi, peralatan pertanian, bibit yang terinfeksi.

Penyakit ini berkembang dengan cepat di tanah yang asam (pH < 6,5) dan lembab, terutama di dataran tinggi dengan suhu tanah antara 18–25°C.

Pengendalian Penyakit Akar Gada

Pengendalian akar gada harus dilakukan secara terpadu, karena tidak ada pengobatan tunggal yang efektif. Beberapa langkah pencegahan dan pengendalian meliputi:

1. Rotasi Tanaman

Hindari menanam tanaman famili kubis-kubisan pada lahan yang sama secara berurutan. Gunakan rotasi dengan tanaman non-inang selama 3-5 tahun.

2. Pengapuran Tanah

Meningkatkan pH tanah di atas 7,0 dengan menambahkan kapur pertanian (dolomit) dapat menghambat perkembangan spora.

3. Penggunaan Varietas Tahan

Pilih varietas kubis atau sawi yang memiliki ketahanan terhadap akar gada. Seperti kubis Trendy yang terbukti tahan akar gada.

4. Sanitasi Lahan dan Alat Pertanian

Bersihkan sisa-sisa tanaman dan alat-alat pertanian untuk mencegah penyebaran spora.

5. Pengaturan Drainase

Pastikan lahan tidak tergenang, karena kondisi basah mempercepat infeksi.

6. Solarisasi Tanah

Teknik pemanasan tanah dengan plastik transparan dapat membunuh spora di permukaan tanah.